comscore

Transaksi Antar Makanan Online di Asia Tenggara Bakal Melejit Dua Kali Lipat

Arif Wicaksono - 09 September 2021 12:32 WIB
Transaksi Antar Makanan <i>Online</i> di Asia Tenggara Bakal Melejit Dua Kali Lipat
Belanja online. foto ; medcom.
Jakarta: Jumlah belanja untuk pengantaran makanan online Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh lebih dari dua kali lebih cepat dari total pengeluaran jasa makanan di kawasan selama lima tahun ke depan. Belanja makanan online di Asia Tenggara sebesar 24,4 persen secara rata-rata dalam lima tahun ke depan.

Pertumbuhan tercepat diperkirakan akan terjadi di pasar negara berkembang seperti Myanmar, Vietnam, dan Filipina. Total nilai Gross Merchandise Value (GMV) pengantaran makanan online kawasan Asia Tenggara diperkirakan menjadi lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi dari USD9 miliar pada 2020 menjadi USD28 miliar pada 2025.
Ini merupakan hasil laporan "Tinjauan Industri Pengiriman Makanan 2021" dalam kemitraan Grab dengan Euromonitor International. Laporan ini didasarkan pada penelitian yang diselesaikan pada kuartal II-2021 untuk memberikan pandangan mendalam tentang industri pengantaran makanan selama lima tahun ke depan, termasuk memaparkan selera konsumen Asia Tenggara di industri layanan pengantaran makanan pascacovid-19.

Laporan ini menemukan bahwa sekitar satu dari empat (26 persen) konsumen yang disurvei di wilayah regional tersebut adalah pengguna baru layanan pengantaran makanan online selama pandemi.

Motivasi utama konsumen untuk mencoba layanan ini adalah untuk menghindari kegiatan makan di luar dan meminimalisir kontak dengan orang lain, untuk memesan makanan bagi keluarga dan teman, serta menikmati promosi eksklusif yang hanya tersedia di platform pengantaran online.

Sementara itu, kondisi pandemi covid-19 mempercepat adopsi pengantaran makanan di Asia Tenggara. Apresiasi positif dari layanan pengantaran makanan akan membawa kontribusi pada pertumbuhan layanan yang berkelanjutan. Pada periode Oktober 2020 hingga Maret 2021, 78 persen konsumen di kawasan Asia Tenggara dikatakan menggunakan layanan pengantaran makanan setidaknya seminggu sekali atau lebih.

Selain itu, hampir sembilan dari 10 konsumen (87 persen) juga mengharapkan angka penggunaan yang tetap stabil bahkan meningkat kedepannya meskipun aturan pembatasan covid-19 sudah dilonggarkan. Kemudahan layanan pengantaran makanan kiranya menjadi alasan nomor satu bagi keberlanjutan dan meningkatnya penggunaan layanan di masa paska pandemi.

Konsumen di Asia Tenggara menghargai kualitas layanan dan pengalaman di atas promosi, menunjukkan pergeseran ekspektasi konsumen pada layanan pesan-antar makanan.

Survei menemukan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan layanan pesan-antar makanan adalah kecepatan pengantaran (51 persen), variasi pilihan makanan (45 persen), dan ketersediaan promosi (41 persen).

Pada 2025, angka penjualan makanan siap saji secara keseluruhan di kawasan ini diproyeksikan mencapai USD170,5 miliar, dengan skala penetrasi pengantaran makanan online meningkat hingga 16,4 persen.

Sebagian faktor yang mendorong hal ini adalah meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dan jumlah adopsi smartphone di kota-kota second tier. 


(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id