comscore

Investor Cermati Data Inflasi AS, Wall Street Menguat

Antara - 13 Januari 2022 07:32 WIB
Investor Cermati Data Inflasi AS, Wall Street Menguat
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
New York: Bursa Wall Street naik moderat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Data menunjukkan inflasi AS berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade dan mendinginkan beberapa kekhawatiran The Fed harus menarik kembali dukungan moneternya bahkan lebih kuat dari yang diperkirakan.

Mengutip Antara, Kamis, 13 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 38,30 poin atau 0,11 persen 36.290,32. Indeks S&P 500 bertambah 13,28 poin atau 0,28 persen menjadi 4.726,35. Indeks Komposit Nasdaq menguat 34,94 poin atau 0,23 persen menjadi 15.188,39.
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material terangkat 0,95 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,26 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang menurun.

Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) meningkat 0,5 persen bulan lalu setelah naik 0,8 persen pada November. Sementara dalam 12 bulan hingga Desember, IHK melonjak 7,0 persen merupakan kenaikan tahun-ke-tahun tertinggi dalam hampir empat dekade.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan kenaikan IHK sebesar 0,4 persen untuk Desember dan 7,0 persen pada basis tahun-ke-tahun.

"Investor bersiap menghadapi inflasi yang bahkan lebih panas dari apa yang sebenarnya kita lihat. Seburuk apapun angkanya dan sebanyak tekanan inflasi yang ada dalam perekonomian, ada sedikit kelegaan dalam hal itu," kata Ahli Strategi Pasar Global Ameriprise Financial Anthony Saglimbene, di Troy, Michigan.

"Laporan inflasi hari ini memvalidasi lintasan Fed dan berarti mereka tidak harus lebih agresif daripada yang sudah diperkirakan," tambahnya.

Rencana bank sentral untuk melonggarkan akomodasi untuk melawan inflasi termasuk menaikkan suku bunga, yang diperkirakan para analis akan dimulai segera setelah Maret, serta mengurangi program pembelian obligasi dan mengurangi kepemilikan asetnya.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS

Untuk sebagian besar sektor saham, ini juga membantu imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang berjangka lebih panjang turun pada Rabu, 12 Januari. Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan tajam dalam imbal hasil 10-tahun AS telah membebani saham, terutama di sektor pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga seperti teknologi.

"Fakta imbal hasil pasar obligasi turun mungkin merupakan sinyal bagi investor ekuitas untuk mengambil sedikit lebih banyak risiko hari ini," kata Kepala Investasi Cresset Capital Management Jack Ablin, di Chicago.

Tetapi dengan indeks kecil Russell 2000 berkinerja buruk hingga berakhir turun 0,82 persen, Ablin melihat beberapa kehati-hatian. "Investor saham tetap menginginkan kualitas. Ini tidak gratis untuk semua," kata Ablin.

Saham-saham pertumbuhan dan teknologi telah bangkit kembali minggu ini, dengan investor mengamati berbagai metrik untuk memutuskan apakah akan membeli reli atau bersiap untuk penurunan lebih lanjut.

 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id