AIIB Siap Gencarkan Infrastruktur Digital

    Antara - 29 Juli 2020 10:05 WIB
    AIIB Siap Gencarkan Infrastruktur Digital
    Presiden AIIB Jin Liqun. Foto: AFP/Fred.
    Jakarta: Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun menyatakan kesenjangan digital merupakan masalah yang harus segera diperbaiki terlebih lagi dalam masa pandemi covid-19. Hal itu penting agar efek buruk covid-19 bisa ditekan sebaik mungkin.

    "Kami baru saja memiliki strategi digital yang disetujui oleh dewan. Kesenjangan digital adalah masalah yang harus kami perbaiki," katanya, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2020.

    Oleh sebab itu, pihaknya akan segera mempromosikan infrastruktur digital terutama di negara-negara anggota yang berpenghasilan rendah. Menurutnya, pengembangan infrastruktur digital di negara-negara berpenghasilan rendah akan membantu mereka dalam mengakses pasar global untuk meningkatkan mata pencaharian.

    "Kami ingin mempromosikan infrastruktur digital. Selama kita bisa membantu negara-negara berpenghasilan rendah untuk meningkatkan teknologi digital," ujarnya.

    Ia meyakini akan banyak sektor swasta yang memiliki minat besar untuk terlibat dalam pengembangan teknologi digital terutama di negara-negara berpenghasilan rendah di Asia. "Secara keseluruhan saya pikir ada banyak cara bagi kita untuk melibatkan sektor swasta untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah di Asia," katanya.

    Sementara itu, Vice President and Chief Administration Officer AIIB Luky Eko Wuryanto menyatakan pengembangan infrastruktur digital sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa pandemi termasuk bagi Indonesia.

    Ia menjelaskan nantinya pihaknya akan meminta kepada negara-negara anggota untuk mengusulkan proyek-proyek dengan konteks digital yang ingin dibantu oleh AIIB. Selanjutnya, AIIB akan mengkaji mengenai dampak dan nilai tambah dari proyek-proyek tersebut terhadap pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

    "Atau bahkan mungkin meningkatkan efisiensi atau efektivitas dari infrastruktur fisik yang membutuhkan support dari teknologi," ujarnya.

    Meski demikian, ia menuturkan AIIB akan bekerja sama dengan Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) dalam menganalisis kondisi di negara tersebut.

    "Tidak seperti ADB dan Bank Dunia yang punya kantor khusus di Jakarta, kita belum punya kemampuan itu. Kita kerja sama dengan stakeholder kita untuk mengetahui kondisi yang sudah mereka analisis," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id