Ekonomi Inggris Kontraksi 20,4% di April 2020

    Angga Bratadharma - 13 Juni 2020 15:05 WIB
    Ekonomi Inggris Kontraksi 20,4% di April 2020
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Kantor Statistik Nasional atau Office for National Statistics (ONS) mencatat Inggris mengalami rekor penurunan bulanan terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) di April 2020. PDB Inggris turun 20,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan merupakan kontraksi yang lebih tajam dari perkiraan para analis yang disurvei sebesar 18,4 persen.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 13 Juni 2020, kondisi itu terjadi lantaran dilakukannya penguncian wilayah akibat pandemi covid-19 sehingga menekan keras kegiatan ekonomi. Dalam tiga bulan hingga akhir April 2020, ekonomi berkontraksi sebesar 10,4 persen dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.

    Inggris melakukan penguncian pada 23 Maret dalam upaya untuk mengurangi penyebaran pandemi covid-19. Akan tetapi, Inggris mencatat ada 292.860 infeksi pada Jumat pagi, menurut data Universitas Johns Hopkins. Beberapa langkah pengetatan mulai mereda pada Mei, tetapi sebagian besar ekonomi AS terhalang di sepanjang April.

    "Angka-angka PDB kuartal I menyoroti kerusakan yang disebabkan oleh hanya beberapa minggu pertama penguncian wilayah -perkiraan kuartal II diharapkan akhir bulan ini akan menunjukkan output," kata Associate Director Investasi Pribadi Fidelity International Ed Monk.

    "Namun, dengan langkah-langkah social distancing diperlonggar, bisnis perlahan-lahan kembali dimulai, ada pergerakan untuk membuka kembali toko-toko, dan ekonomi secara bertahap dibuka kembali, mudah-mudahan ekonomi akan kembali pada bulan-bulan mendatang. Pertanyaannya adalah seberapa banyak," tambahnya.

    Sementara itu, poundsterling bergerak stabil setelah rilis data tersebut diperdagangkan USD1,2575 pada Jumat pagi waktu London. Kepala Penasihat Ekonomi EY ITEM Club Howard Archer mengatakan ekonomi Inggris kemungkinan menuju kontraksi besar.

    "Dengan asumsi pemerintah terus secara bertahap mengendurkan pembatasan kuncian wilayah, ekonomi diperkirakan akan mulai kembali ke pertumbuhan yang jelas pada kuartal ketiga. Permintaan konsumen yang meningkat setelah penguncian akan membantu, sementara aktivitas ekonomi global juga harus lebih kuat dari bulan-bulan terakhir 2020 dan seterusnya," tuturnya.

    Adapun Inggris masih terkunci dalam pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa (UE) dan belum sepenuhnya menyelesaikan perpecahannya dengan blok tersebut. Kelompok-kelompok bisnis telah memperingatkan bahaya skenario Brexit yang tidak ada kesepakatan karena pandemi covid-19 berisiko merusak pembicaraan tahun ini.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id