PBB Apresiasi IMF-Bank Dunia Atasi Krisis Utang terkait Covid

    Ade Hapsari Lestarini - 10 April 2021 22:24 WIB
    PBB Apresiasi IMF-Bank Dunia Atasi Krisis Utang terkait Covid
    Ilustrasi logo IMF. Foto: AFP.



    New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut langkah Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) dan Komite Pengembangan Grup Bank Dunia untuk mengatasi krisis utang dan kesulitan keuangan lainnya bagi perekonomian, yang timbul akibat pandemi covid-19.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui juru bicaranya, Kepala PBB tersebut mengatakan negara berkembang telah berjuang untuk mengamankan sumber daya keuangan mereka dalam mengatasi krisis virus korona. Apalagi untuk pulih dari itu.






    Sejak awal krisis, dia telah menyerukan likuiditas, melalui penerbitan besar Hak Penarikan Khusus (SDR) -instrumen yang dibuat oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu menambah cadangan kas- bagi mereka yang paling membutuhkan dan realokasi SDR yang tidak terpakai.

    Melansir Xinhua, Sabtu, 10 April 2021, pejabat tertinggi PBB itu telah mengusulkan pendekatan tiga tahap untuk mengatasi beban utang. Yakni penghentian utang, penghapusan utang bagi yang paling rentan, dan reformasi arsitektur utang internasional.

    Dia pun menyambut seruan konkrit komite IMF untuk alokasi SDR baru, dan realokasi sukarela ke negara-negara yang membutuhkan. Dia mengatakan, langkah tersebut didorong oleh dukungan yang diberikan untuk Debt Service Suspension Initiative (DSSI), yang telah memberikan bantuan sementara sebesar USD5 miliar untuk negara-negara yang rentan, serta untuk Kerangka Kerja Umum untuk Perawatan Utang, yang disepakati oleh negara-negara G20.

    "Utang yang macet dan keringanan utang harus diperluas ke negara-negara yang paling membutuhkan -termasuk negara berpenghasilan menengah, yang menampung lebih dari 60 persen orang miskin dunia- tanpa menciptakan stigma atau mengorbankan peringkat kedaulatan mereka," kata pernyataan itu.

    Mereformasi arsitektur utang internasional juga penting, dia mencatat bahwa krisis utang di tengah keadaan darurat covid-19 akan membuat tujuan pembangunan berkelanjutan akan berada di luar jangkauan.

    Dia pun meminta semua negara dan institusi untuk bergabung dalam upaya global untuk memikirkan kembali prinsip-prinsip yang mendasari arsitektur utang saat ini. Serta mendesak tindakan untuk melengkapi instrumen yang ada dengan mekanisme penyelesaian krisis utang yang lebih efektif.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id