OCBC Berencana Terapkan Kebijakan Para Staf Bekerja dari Rumah

    Angga Bratadharma - 01 Mei 2021 16:01 WIB
    OCBC Berencana Terapkan Kebijakan Para Staf Bekerja dari Rumah
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Singapura: OCBC, bank terbesar kedua di Singapura, berencana meninjau persyaratan ruang kantornya, termasuk jumlah cabang bank yang dimiliki. Tinjauan itu dilakukan di tengah adanya perubahan terkait pola kerja yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

    "Covid-19 telah menunjukkan kepada kami bahwa ada tempat untuk operasi hybrid bagi staf kami dalam arti bahwa beberapa dapat bekerja dari rumah dan beberapa dapat bekerja dari kantor," kata Chairman OCBC Ooi Sang Kuang, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 1 Mei 2021.






    "Covid-19 juga menunjukkan bahwa tidak semua staf harus bekerja di kantor pusat. Staf bisa didistribusikan ke dekat rumah mereka, serta di pinggiran kota," tambahnya.

    Dengan demikian, lanjutnya, OCBC pasti akan bergerak menuju lingkungan kerja hybrid di mana karyawan hanya bekerja di kantor pada hari-hari tertentu. "Kami mungkin tidak membutuhkan banyak cabang untuk melayani pelanggan kami. Jadi tentu saja, saya pikir akan ada peninjauan dalam hal persyaratan kantor kami saat kami bergerak maju," kata Kuang.

    OCBC tidak akan sendirian dalam melakukannya, karena bank-bank di seluruh dunia telah memikirkan kembali penggunaan kantor setelah pandemi covid-19 menunjukkan bahwa mereka masih dapat beroperasi secara efektif dengan kerja jarak jauh.

    Di Singapura, DBS dilaporkan akan menyerahkan ruang dua setengah lantai, atau 75.000 kaki persegi, di Tower 3 Marina Bay Financial Center pada Desember, menurut laporan Bloomberg awal bulan ini. DBS saat ini menjadi penyewa utama di sana, menempati lebih dari selusin lantai di gedung tersebut.

    Bank lain yang dilaporkan berencana memangkas jejak kantor mereka termasuk Citigroup, ANZ, dan Standard Chartered. Upaya tersebut juga dilakukan lantaran teknologi digital mendukung orang-orang bisa bekerja dari rumah atau dilakukan dari jarak jauh.

    "Covid-19 telah mengubah model operasi tempat kerja dan kami perlu merangkul perubahan tersebut untuk menciptakan organisasi yang gesit dan fleksibel. Ini termasuk mendefinisikan ulang model kerja masa depan, seperti kerja jarak jauh, kebijakan tenaga kerja, dan persyaratan ruang kantor," kata Kepala Eksekutif Grup OCBC Helen Wong,.

    OCBC melihat penurunan 26 persen dalam laba bersih setahun penuh menjadi 3,59 miliar dolar Singapura, di tengah wabah virus korona pada 2020, dari rekor 4,87 miliar dolar Singapura setahun yang lalu. Ke depan, Wong mengatakan, bank akan fokus pada empat bidang.

    Keempat bidang itu yakni memanfaatkan antisipasi peningkatan investasi, perdagangan dan arus modal di seluruh kawasan ASEAN-Tiongkok Besar, memperluas waralaba manajemen kekayaan di tengah kemakmuran yang meningkat di Asia, dan mempercepat perjalanan digitalisasi serta mendorong untuk menjadi bank kawasan berkelanjutan terkemuka.

    Mengenai strategi digital bank, Wong mencatat bahwa investor telah bertanya apakah OCBC akan mendirikan bank digital mandiri. Adapun OCBC akan melanjutkan transformasi di seluruh perusahaan untuk memberikan pengalaman perbankan yang unggul bagi pelanggannya, mencapai efisiensi operasional, dan menerapkan ilmu data untuk menumbuhkan peluang baru.

    "Untuk menangkap peluang tersebut, kami akan mempertimbangkan cara terbaik untuk mencapai hasil, baik dari dalam bank itu sendiri maupun melalui bank digital tersendiri," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id