Tiongkok Desak AS untuk Perbaiki Hubungan

    Angga Bratadharma - 15 September 2021 10:40 WIB
    Tiongkok Desak AS untuk Perbaiki Hubungan
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones



    Beijing: Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengambil langkah-langkah guna memperbaiki hubungan yang telah rusak di antara kedua negara. Desakan itu digulirkan ketika Pemerintahan Joe Biden mempertimbangkan penyelidikan baru terhadap subsidi industri Beijing.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian meminta AS untuk menjunjung tinggi semangat percakapan telepon pekan lalu antara Presiden Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Selain itu, Zhao menanggapi laporan mengenai adanya pertemuan tentang penyelidikan potensial terhadap subsidi Tiongkok dan dampak ekonominya.

     



    "Kami berharap departemen AS dan Tiongkok terkait akan bertindak sesuai dengan semangat seruan kepala negara, menangani perbedaan dengan benar, meningkatkan kerja sama, dan mengembalikan hubungan bilateral ke jalur yang benar dari perkembangan yang stabil," kata Zhao, dilansir dari The Business Times, Rabu, 15 September 2021.

    Penasihat ekonomi utama Biden, termasuk perwakilan perdagangan AS, Katherine Tai dan Sekretaris Perdagangan Gina Raimondo, bertemu membahas penyelidikan tersebut. Pertemuan dilakukan ketika pemerintah mempertimbangkan untuk memulihkan kembali proses pengecualian untuk tarif tertentu yang dikenakan di bawah mantan Presiden AS Donald Trump.

    Beberapa di pemerintahan percaya bahwa tugas tersebut tidak mendorong perubahan yang diinginkan dalam perilaku Tiongkok dan telah kehilangan nilainya sebagai pengaruh. Lebih lanjut, Zhao juga mengecam kebijakan perdagangan Trump yang membandingkannya dengan 'mengangkat batu yang akhirnya jatuh dengan kaki mereka sendiri'.

    Di sisi lain, secara terpisah, dia mengatakan, Tiongkok telah mengajukan pernyataan serius dengan AS atas laporan Financial Times yang mengatakan bahwa Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan Taipei mengubah nama kedutaan de facto di Washington untuk memasukkan kata Taiwan.

    Beijing memandang langkah seperti itu sebagai pelanggaran terhadap upaya mempertahankan hubungan dengan negara-negara asing, dan bulan lalu menarik duta besarnya dari Lithuania setelah keputusan serupa.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id