comscore

Siap-Siap! The Fed Diperkirakan Umumkan Penghentian Pembelian Obligasi di Minggu Ini

Angga Bratadharma - 03 November 2021 06:28 WIB
Siap-Siap! The Fed Diperkirakan Umumkan Penghentian Pembelian Obligasi di Minggu Ini
Gedung The Fed. FOTO: AFP
Washington: Federal Reserve pada minggu ini diperkirakan mengumumkan penghentian program pembelian obligasi bulanannya, sebuah langkah yang mendukung laju ekonomi selama pandemi covid-19. Namun, cerita yang lebih besar untuk pasar adalah bagaimana bank sentral akan membahas tingkat inflasi.

Hal itu karena laporan demi laporan inflasi yang lebih panas dari yang diramal telah meningkatkan ekspektasi Fed akan melawan tren harga yang lebih tinggi dengan mulai menaikkan suku bunga acuan di tahun depan, sekitar enam bulan lebih cepat dari perkiraan Federal Reserve terakhir.
Para ekonom memperkirakan bank sentral AS akan mengatakan setelah pertemuan dua hari bahwa mereka akan mulai mengurangi USD120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan pada pertengahan November atau Desember dan mengakhiri program sepenuhnya pada pertengahan tahun depan.

Mengutip CNBC International, Rabu, 3 November 2021, Ketua Fed Jerome Powell telah berusaha untuk menekankan akhir program tidak menandakan dimulainya siklus kenaikan suku bunga baru, dan dia diperkirakan mengulangi pesan itu pada pengumuman usai pertemuan.

Kenaikan suku bunga

Tetapi para pedagang sudah memperkirakan lebih dari dua kenaikan suku bunga untuk tahun depan, sementara sebagian besar pejabat Fed bahkan tidak melihat satu pun ada kenaikan suku bunga pada 2022 dalam perkiraan terbaru mereka. Hal itu karena inflasi yang sekarang berada di level tertinggi 30 tahun telah menjadi lebih panas.

"Perasaan saya adalah kata 'sementara' telah meninggalkan stasiun. Saya akan terkejut jika kami mendengar kata itu muncul lagi," kata Kepala Investasi Pendapatan Tetap Global BlackRock Rick Rieder.

Dia mengatakan penting untuk memperhatikan bagaimana Fed menangani pekerjaan, separuh lainnya dari mandat gandanya. Inflasi, yang diukur dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, naik 0,3 persen untuk September, mendorong kenaikan tahun-ke-tahun menjadi 4,4 persen, tercepat sejak Januari 1991.

"Saya pikir ini adalah pasar kerja terpanas sejak Perang Dunia I. Kami mencetak (indeks biaya kerja) tertinggi sejak 2004. Upah meningkat secara dramatis, dan saya pikir The Fed berada di belakang kurva. Saya pikir mereka perlu membuka jendela untuk menaikkan tarif," pungkas Rieder.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id