Terhantam Pandemi Covid-19, IMF: Pemulihan Amerika Latin Tertinggal

    Angga Bratadharma - 17 April 2021 15:05 WIB
    Terhantam Pandemi Covid-19, IMF: Pemulihan Amerika Latin Tertinggal
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa pemulihan di Amerika Latin dari krisis pandemi covid-19 tertinggal ketimbang negara-negara seluruh dunia. Bahkan tingkat ekonomi tidak akan kembali ke tingkat pra-pandemi hingga 2024.

    "Krisis kesehatan yang disebabkan covid-19 tetap menjadi perhatian. Meskipun pertumbuhan telah meningkat, dibantu oleh pemulihan yang lebih kuat di mitra dagang, kawasan tersebut tetap membutuhkan suntikan jangka pendek," kata Kepala IMF Departemen Belahan Bumi Barat Fund Alejandro Werner, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 17 April 2021.






    "Ekonomi kawasan itu mengalami kontraksi 7,0 persen pada 2020, yang paling tajam di dunia dan jauh melebihi perlambatan ekonomi global sebesar 3,3 persen," tambah Werner.

    Menurut prospek ekonomi regional terbaru pertumbuhan regional diperkirakan pulih sebesar 4,6 persen atau di bawah 5,8 persen yang diperkirakan untuk pasar negara berkembang lainnya tidak termasuk Tiongkok.

    "Pendapatan per kapita tidak akan mengejar tingkat sebelum pandemi hingga 2024, yang mengakibatkan kerugian kumulatif sebesar 30 persen dibandingkan dengan tren pra-pandemi," kata Werner.

    Kemiskinan diperkirakan meningkat sebanyak 19 juta orang, dan ketimpangan juga meningkat, dengan perempuan dan pekerja berpendidikan rendah yang paling berjuang. "Pandemi juga akan meninggalkan kerusakan jangka panjang pada sumber daya manusia akibat penutupan sekolah yang lebih lama dibandingkan dengan di daerah lain," katanya.

    Werner mengatakan pemerintah dengan sumber daya yang cukup harus terus mendukung program untuk ekonomi mereka, sementara mereka yang memiliki anggaran ketat harus memprioritaskan kembali pengeluaran untuk perawatan kesehatan dan dukungan untuk rumah tangga, dan bekerja guna menciptakan ruang fiskal tambahan.

    "Rencana stimulus besar-besaran AS telah membantu mendukung manufaktur di Meksiko, dan kemungkinan akan memberikan dorongan bagi ekonomi Amerika Tengah juga," ucapnya.

    Tapi kebangkitan virus baru-baru ini di Brasil, Chili, Paraguay, Peru, dan Uruguay, dikombinasikan dengan peluncuran vaksin yang lambat di sebagian besar negara kecuali Chili, membayangi prospek jangka pendek.

    "Di Karibia, ekonomi yang bergantung pada pariwisata akan menjadi yang terakhir pulih (hanya pada 2024) karena lambatnya pemulihan pariwisata", pungkas Werner.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id