Investor Waspadai Dampak Covid-19 ke Ekonomi, Dolar AS Kokoh

    Antara - 28 Januari 2021 09:01 WIB
    Investor Waspadai Dampak Covid-19 ke Ekonomi, Dolar AS Kokoh
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Mata uang Paman Sam terangkat pembelian aman ketika investor menjadi lebih berhati-hati di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari covid-19.

    Mengutip Antara, Kamis, 28 Januari 2021, dolar AS juga menguat setelah Federal Reserve AS menyatakan kekhawatiran tentang kecepatan pemulihan ekonomi. Saham-saham dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS turun, sementara mata uang safe haven dolar AS menarik minat pembeli.






    "Ada banyak kekhawatiran tentang efektivitas peluncuran vaksin di Amerika Serikat. Hari ini adalah hari tanpa risiko yang pasti," kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank.

    Fed mempertahankan suku bunga acuannya mendekati nol dan tidak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, berjanji lagi untuk mempertahankan pilar ekonomi tersebut sampai ada kebangkitan penuh dari resesi yang dipicu pandemi. Itu belum terjadi, dan Fed dalam pernyataan kebijakannya menandai potensi perlambatan dalam laju pemulihan.

    "Jika ada, dolar mendapatkan dukungan dari pesan Fed yang lebih berhati-hati. Saya akan mengatakan bahwa Fed setelah mencatat moderasi baru-baru ini dalam kecepatan pemulihan menambah kekhawatiran tentang prospek jangka pendek," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, di Washington.

    Indeks mata uang dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,53 persen menjadi 90,636, setelah sebelumnya mencapai 90,896, level tertinggi sejak 18 Januari. Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko merosot 1,08 persen menjadi USD0,7664 setelah sebelumnya jatuh ke USD0,7642 level terendah sejak 4 Januari.

    Euro melemah 0,48 persen menjadi 1,2101 dolar. Mata uang tunggal semakin tertekan setelah pemerintah Jerman pada Rabu, 27 Januari, memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi terbesar Eropa itu menjadi 3,0 persen tahun ini. Ini revisi tajam dari perkiraan musim gugur lalu sebesar 4,4 persen, disebabkan oleh penguncian virus korona kedua.

    Trang dari Silicon Valley Bank mengutip tingkat taruhan bearish yang secara historis meningkat terhadap greenback sebagai bagian dari alasan penguatan mata uang AS karena investor bergegas untuk memangkas taruhan tersebut.

    Terlepas dari kebangkitan kembali dolar baru-baru ini dari posisi terendah multi-tahun, spekulasi bearish pada mata uang AS berada pada level tertinggi satu dekade. "Setiap kali Anda melihat penumpukan semacam itu dan Anda melihat pembalikan tertentu, Anda akan melihat pergerakan substansial," kata Trang.

    Sterling naik ke level tertinggi baru delapan bulan terhadap euro karena peluncuran vaksin covid-19 Inggris yang lebih cepat daripada dukungan Uni Eropa untuk pound. Sementara bitcoin jatuh dalam sesi yang tidak stabil dan tergelincir di bawah USD30 ribu AS untuk pertama kalinya sejak 22 Januari. Kemudian pulih ke USD30.686.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id