Rilis Data Ekonomi Suram, Dolar AS Melempem

    Angga Bratadharma - 26 November 2020 09:01 WIB
    Rilis Data Ekonomi Suram, Dolar AS Melempem
    Ilustrasi. FOTO: TED ALJIBE/AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) merosot pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,25 persen pada 91,9985.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 26 November 2020, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1915 dari USD1,1883 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3381 dari USD1,3352 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7364 dari USD0,7354.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,42 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,56 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9086 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9119 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2999 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3004 dolar Kanada.

    Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, naik menjadi 778 ribu dalam pekan yang berakhir 21 November, menyusul revisi naik 748 ribu pada pekan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal di 733 ribu.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pasar saham mulai mengambil nafas setelah rekor penguatan di sesi sebelumnya. Berita positif tentang kandidat vaksin covid-19 masih menjadi sentimen bagi bursa Wall Street.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 173,77 poin atau 0,58 persen menjadi 29.872,47. Indeks S&P 500 turun 5,76 poin atau 0,16 persen menjadi 3.629,65. Sementara indeks komposit Nasdaq naik 57,62 poin atau 0,48 persen menjadi 12.094,40.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor energi melemah 2,42 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor konsumen naik 0,58 persen, menjadi grup dengan kinerja terbaik. Volume perdagangan relatif tipis di sesi terakhir menjelang liburan Thanksgiving. Investor meneliti banyak data ekonomi.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat telah melaporkan total lebih dari 12,7 juta kasus covid-19 dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 261 ribu pada Rabu sore. Pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), bursa saham AS mencapai tonggak sejarah dengan Dow menguat lebih dari 400 poin dan ditutup di atas 30 ribu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id