Harga Minyak Dunia Menyusut

    Angga Bratadharma - 22 September 2020 08:01 WIB
    Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. AFP PHOTO/AMER HILABI
    New York: Harga minyak dunia turun setelah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), menyusul kenaikan yang solid di minggu sebelumnya. Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, minyak mentah berjangka WTI melonjak 10,1 persen, sementara Brent naik 8,3 persen.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 22 September 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD1,8 menjadi USD39,31 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD1,71 menjadi USD41,44 per barel di London ICE Futures Exchange.

    "Ini kemungkinan karena aksi ambil untung setelah Brent dan WTI menorehkan kenaikan mingguan terbesar mereka sejak awal Juni," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch.

    Di sisi lain, bursa saham Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi itu disebabkan lonjakan kasus infeksi virus korona di Eropa dan meningkatnya ketidakpastian negosiasi terkait stimulus fiskal berikutnya di Amerika Serikat.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 509,72 poin atau 1,84 persen menjadi 27.147,70. Kemudian S&P 500 turun 38,41 poin atau 1,16 persen menjadi 3.281,06. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 14,48 poin atau 0,13 persen menjadi 10.778,80.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor di bawah S&P 500 membukukan kerugian dipimpin oleh sektor material, industri, dan energi. Meski demikian, sektor teknologi berhasil tumbuh 0,76 persen berkat kembalinya investor ke saham teknologi di tengah dorongan risiko.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS melihat kinerja yang beragam, dengan lima dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram, tetapi lima lainnya meningkat.

    Ancaman meningkatnya kasus infeksi virus korona dan kemungkinan reintroduksi penguncian nasional di Inggris menenggelamkan pasar saham Eropa pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) dan meluas ke pasar saham AS. Kekhawatiran kebangkitan kembali kasus covid-19 global membebani sentimen.

    Sementara itu, Wells Fargo Advisors pada penutupan sesi mengatakan, ketegangan politik di Washington DC juga berkontribusi terhadap suramnya pemulihan ekonomi. "Negosiasi atas stimulus fiskal tambahan menjadi lebih rumit," kata Wells Fargo Advisors.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id