Dolar AS Pamer Kekuatan

    Angga Bratadharma - 23 Mei 2020 10:31 WIB
    Dolar AS Pamer Kekuatan
    Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu terjadi karena para pelaku pasar terus bergulat dengan ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang akhirya memicu meningkatnya selera untuk mata uang safe-haven.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 23 Mei 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,43 persen pada 99,7920. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,0897 dibandingkan dengan USD1,0955 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2174 dibandingkan dengan USD1,2235 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia turun menjadi USD0,6533 dibandingkan dengan USD0,6564. Dolar AS membeli 107,58 yen Jepang, tidak berubah dari sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9725 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9701 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3995 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3947 dolar Kanada.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus bergulat dengan ketidakpastian pandemi covid-19, meski beberapa pihak terus berupaya mencari vaksin dari virus mematikan tersebut

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,96 poin atau 0,04 persen menjadi 24.465,16. Kemudian S&P 500 naik 6,94 poin atau 0,24 persen menjadi 2.955,45. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq meningkat sebanyak 39,71 poin atau 0,43 persen menjadi 9.332,59.

    Adapun investor terus mencerna beberapa data ekonomi utama. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS mencapai 2,438 juta pada pekan yang berakhir 16 Mei. Selama sembilan minggu terakhir, lebih dari 38 juta orang Amerika telah mengajukan klaim asuransi pengangguran, karena ekonomi terus tertekan akibat pandemi covid-19.

    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan ekonomi AS menghadapi tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari wabah virus korona. "Kami sekarang mengalami tingkat ketidakpastian yang sama sekali baru, karena virus (korona) mempersulit pandangan," kata Powell.

    Ketika beban dari pandemi covid-19 meluas, Ketua bank sentral AS menambahkan, mereka yang menanggung dampak kejatuhan adalah mereka yang paling tidak sanggup menanggungnya. Tentu diharapkan krisis akibat pandemi covid-19 ini bisa segera selesai.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id