Biden Larang Bank AS Membeli dan Menjamin Obligasi Rusia

    Angga Bratadharma - 19 April 2021 09:33 WIB
    Biden Larang Bank AS Membeli dan Menjamin Obligasi Rusia
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP



    New York: Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mulai 14 Juni bank-bank AS umumnya akan dilarang berpartisipasi dalam semua penjualan obligasi oleh bank sentral Rusia, kementerian keuangan, dan dana kekayaan negara milik Rusia.

    Hal itu mengartikan perusahaan-perusahaan di Wall Street tidak akan dapat membeli atau menanggung transaksi penting dari Pemerintah Rusia. Ini menandai peningkatan sanksi AS yang signifikan terhadap Rusia dan akan mempersulit Moskow untuk meningkatkan modal. Rubel Rusia bahkan mengalami tekanan usai keputusan tersebut.






    "Ini Biden mengirimkan tembakan peringatan. Ini pernyataan yang kuat," kata Kepala Strategi Mata Uang Global Brown Brothers Harriman Win Thin, dilansir dari CNN Business, Senin, 19 April 2021.

    Pada Agustus 2019, Pemerintahan Donald Trump melarang bank-bank AS untuk berpartisipasi dalam obligasi berdenominasi non-rubel yang diterbitkan oleh Pemerintah Rusia dan meminjamkan dana non-rubel ke Rusia. Itu sebagian besar berlaku untuk transaksi dalam dolar AS dan euro.

    Pemerintahan Biden juga memperluas pembatasan tersebut dengan melarang lembaga keuangan AS membeli obligasi dalam mata uang rubel. Departemen Keuangan juga mengatakan bahwa bank-bank AS akan dilarang meminjamkan dana dalam mata uang rubel kepada entitas ini.

    Kepala Praktik Peraturan Bank Davis Wright Tremaine Kevin Petrasic mengatakan Departemen Keuangan AS telah secara agresif menegaskan yurisdiksinya atas transaksi bank-bank asing ini dengan entitas yang terkena sanksi. "Yang penting, bank asing yang memiliki keberadaan di Amerika Serikat juga dapat terkena dampak sanksi ini," kata Petrasic.

    "Presiden menandatangani otoritas baru yang luas ini untuk menghadapi perilaku jahat Rusia yang terus berkembang dan terus meningkat," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam sebuah pernyataan.

    "Departemen Keuangan memanfaatkan otoritas baru ini untuk membebankan biaya pada Pemerintah Rusia karena perilakunya yang tidak dapat diterima," tambahnya.

    "Sanksi itu akan mempersulit Rusia untuk menarik modal asing, yang mereka butuhkan," kata Brown Brothers Thin.

    Namun, Pemerintahan Biden tidak melakukan apa yang disebut Thin sebagai 'opsi nuklir' terhadap Rusia yakni melarang bank membeli obligasi Rusia yang sudah diterbitkan yang secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id