Bank Sentral Prediksi Ekonomi Thailand Pulih Dua Tahun Lagi

    Arif Wicaksono - 21 Oktober 2020 15:21 WIB
    Bank Sentral Prediksi Ekonomi Thailand Pulih Dua Tahun Lagi
    Thailand. Foto ; AFP.
    Bangkok :  Gubernur bank sentral baru Thailand Sethaput Suthiwartnarueput mengatakan bahwa ekonomi Thailand akan mulai meningkat pada kuartal kedua tahun depan. Namun dia mengatakan bahwa membutuhkan dua tahun penuh untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi covid-19.

    "Kerusakan ekonomi dapat diatasi tetapi akan memakan waktu karena tidak ada pil ajaib," kata Sethaput dalam konferensi pers pertamanya sebagai kepala Bank of Thailand (BoT) setelah mengambil posisi pada 1 Oktober 2020 dikutip dari Xinhua, 21 Oktober 2020. 

    Dampak yang dipicu oleh pandemi sangat parah, terutama pada pariwisata dan ekspor.  Dia seraya menambahkan bahwa sektor pariwisata mungkin kehilangan 1,6 triliun baht (USD 51 miliar), atau 10 persen dari PDB dengan kedatangan turis asing diperkirakan mencapai 6,7 ??juta tahun ini atau merosot jauh dibandingkan dengan hampir 40 juta turis asing pada 2019.

    Ia mengatakan nilai ekspor pada kuartal II tahun 2020 merupakan yang terendah dalam 11 tahun terakhir. "Tapi saya lihat ada pergeseran pada kuartal kedua tahun depan. Dan kemudian beralih ke level sebelum covid-19 pada kuartal ketiga 2022," jelas dia. 

    Pandemi covid-19 akan membuat pemulihan ekonomi menjadi tidak pasti dan akan membutuhkan waktu serta penggunaan sumber daya yang terbatas secara efisien untuk menyelesaikan bencana ekonomi. 

    Sethaput juga mengatakan bahwa bank sentral terikat tugas untuk memastikan bahwa kebijakan moneter dan likuiditas tidak akan menghambat pemulihan ekonomi.

    "Suku bunga kami yang terendah di kawasan ini (ASEAN) dan rekor terendah dengan ruang terbatas, sehingga tindakan lain, termasuk yang fiskal, harus memainkan peran utama," katanya.

    Bank sentral telah memangkas suku bunga utama tiga kali tahun ini ke level terendah sepanjang masa di 0,50 persen untuk mendukung perekonomian. Bank sentral juga akan mempertimbangkan lebih banyak tindakan yang sesuai tetapi tidak terburu-buru untuk memperkenalkannya dan tidak akan mengesampingkan kebijakan yang tidak konvensional.

    "Ini akan mendorong arus keluar modal untuk membantu meringankan penguatan baht Thailand," katanya.

    Kepala Bank sentral ebelumnya memperkirakan bahwa ekonomi Thailand bisa anjlok sebesar 7,8 persen tahun ini, dengan sektor pariwisata terpukul paling parah oleh pandemi corona.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id