Penurunan Tajam Stok AS Picu Minyak Dunia Melonjak

    Antara - 30 Juli 2020 08:13 WIB
    Penurunan Tajam Stok AS Picu Minyak Dunia Melonjak
    Foto: AFP.
    New York: Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) karena penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Selain itu rekor harian lain untuk kasus virus korona di seluruh dunia terus menguat sehingga mengancam permintaan terhadap bahan bakar minyak.

    Mengutip Antara, Kamis, 30 Juli 2020, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September ditutup naik 53 sen atau 1,2 persen menjadi USD43,75 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September naik 23 sen atau 0,6 persen menjadi USD41,27 per barel.

    Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 10,6 juta barel selama pekan yang berakhir 24 Juli, menjadi 526 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Desember. Impor minyak mentah bersih AS juga berkurang satu juta barel per hari menjadi 1,9 juta barel per hari, kata EIA.

    Penurunan stok minyak mentah kemungkinan akibat dari pemotongan pasokan, yang disetujui pada April oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, akhirnya direalisasikan.

    "Harapannya adalah pemotongan OPEC akan menyebabkan penarikan yang lebih besar di Amerika Serikat dan ini bisa menjadi awal dari itu," kata Analis senior di Price Futures Group di Chicago Phil Flynn.

    Harga minyak juga mendapat dorongan dari dolar AS yang lemah karena biasanya ada korelasi terbalik antara nilai tukar asing dolar AS dan harga minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,23 persen menjadi 93,4759 pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

    Namun, para pedagang terus mengkhawatirkan prospek permintaan energi di tengah melonjaknya kasus virus korona AS. Sejumlah rekor infeksi baru virus korona dilaporkan secara global. Di Amerika Serikat, hampir 150 ribu orang telah meninggal akibat virus korona baru -yang paling banyak di negara mana pun- telah meningkat 10 ribu dalam 11 hari.

    "Virus ini menyebar seperti kebakaran di seluruh Amerika, sementara Eropa dan Asia menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan dari lonjakan kedua dalam kasus," tambah Pialang minyak PVM Stephen Brennock.

    Enam negara bagian AS melaporkan rekor satu hari untuk kematian akibat virus korona dan Texas melewati angka 400 ribu kasus.

    Upaya untuk memberikan pertolongan di tengah wabah itu kacau balau setelah Partai Republik AS tidak setuju atas rencana mereka untuk menyediakan USD1 triliun bantuan baru virus korona. Federal Reserve AS berjanji untuk terus membantu menopang perekonomian, memberikan dukungan pada harga minyak.


    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id