IMF: Fintech Tiongkok Berperan Bantu UKM saat Covid-19

    Angga Bratadharma - 01 Juli 2020 12:06 WIB
    IMF: <i>Fintech</i> Tiongkok Berperan Bantu UKM saat Covid-19
    Foto: AFP.
    Washington: Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan sektor financial technology (fintech) Tiongkok cukup berperan dalam membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memperoleh kredit. IMF berpandangan hal itu adalah elemen penting saat dilakukan penguncian akibat pandemi covid-19.

    "Pembayaran yang dilakukan dan difasilitasi melalui perusahaan teknologi sangat besar di Tiongkok," kata Penasihat Keuangan dan Direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF Tobias Adrian, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu, 1 Juli 2020.

    Meski bank sebagai kreditur mendominasi, ditambah pasar obligasi korporasi yang besar, Adrian mengatakan elemen fintech penting untuk rumah tangga dan UKM yang menyumbang sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) di Tiongkok.

    Mepmerhatikan bahwa ada sejumlah besar inovasi dalam layanan keuangan di seluruh dunia, dirinya mengatakan pada beberapa dimensi, Tiongkok benar-benar memimpin dalam banyak perkembangan teknologi keuangan.

    Adrian berharap perkembangan fintech menyebar lebih cepat di seluruh dunia sebagai respons terhadap virus korona, karena pembayaran tanpa kontak dan kredit online jauh lebih penting dalam situasi saat ini. Kondisi tersebut juga tentu bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19.

    Dalam pembaruan Laporan Stabilitas Keuangan Global April, IMF memperingatkan pemutusan yang sedang berlangsung antara pasar keuangan dan ekonomi riil rentan menimbulkan ancaman bagi pemulihan ekonomi jika selera risiko investor memudar.

    "Jadi yang kami maksud adalah tarik menarik antara kondisi keuangan dan kondisi ekonomi," kata Adrian.

    Ia menambahkan ketika pemerintah mengadopsi kebijakan moneter tidak konvensional di tengah pandemi covid-19, suku bunga lebih rendah, dan penetapan harga risikonya terkompresi, imbasnya telah mendorong kenaikan harga aset.

    Selain itu memperhatikan bahwa bank-bank sentral telah berkontribusi pada pelonggaran kondisi keuangan, dirinya mengatakan saat ini dia tidak percaya ada bukti yang jelas tentang gelembung keuangan yang dihasilkan oleh penetapan harga yang tidak rasional.

    "Saya percaya bahwa bank sentral harus terus melakukan sikap mudah ini. Sikap akomodatif kebijakan moneter diperlukan karena membantu ekonomi riil. Pada saat yang sama, otoritas harus memastikan kehati-hatian di bank, tetapi juga di rumah tangga dan perusahaan sudah cukup," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id