Wall Street Merekah, Saham Teknologi Pimpin Penguatan

    Angga Bratadharma - 01 Juli 2020 07:33 WIB
    Wall Street Merekah, Saham Teknologi Pimpin Penguatan
    Foto: AFP.
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Reli dalam saham teknologi telah mendorong pasar, namun pandemi covid-19 masih menahan penguatan tersebut.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 1 Juli 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 217,88 poin atau 0,85 persen menjadi 25.812,88. Sedangkan S&P 500 naik 47,05 poin atau 1,54 persen menjadi 3.100,29. Index Komposit Nasdaq meningkat 184,61 poin atau 1,87 persen menjadi 10.058,77.

    Saham raksasa teknologi AS, kelompok FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Sektor teknologi S&P 500 naik 1,92 persen, menjadi kelompok yang berkinerja terbaik.

    Untuk kuartal ini, indeks Dow Jones naik 17,8 persen, mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak 1987. Sementara indeks S&P 500 naik hampir 20 persen dan Nasdaq melonjak 30,6 persen pada kuartal ini.

    Sementara itu, investor mencerna kesaksian dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Pembukaan kembali ekonomi AS yang lebih cepat dari perkiraan telah membawa tantangan baru bagi negara ini. Powell telah memperingatkan hal ini dengan meningkatnya kasus covid-19 baru-baru ini di seluruh negara.

    "Kami telah memasuki fase baru yang penting dan telah melakukannya lebih cepat dari yang diharapkan. Sementara pembukaan kembali dalam kegiatan ekonomi ini disambut baik, itu juga menghadirkan tantangan baru, terutama kebutuhan untuk menjaga virus tetap terkendali," katanya dalam sambutan yang disiapkan sebelum dengar pendapat yang diadakan oleh Komite Jasa Keuangan.

    Lebih dari 2,6 juta kasus covid-19 telah dikonfirmasi dan telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 127 ribu kematian, pada Selasa sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.

    Di sisi lain, partisipasi sektor swasta akan sangat penting guna memastikan keberhasilan inisiatif pengurangan utang yang diluncurkan Kelompok 20 ekonomi utama (G20) untuk negara-negara termiskin di dunia.

    Kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan tawaran G20 untuk menangguhkan pembayaran debt service (bunga dan pokok utang untuk periode tertentu), yakni utang bilateral resmi oleh negara-negara termiskin, kemungkinan akan perlu diperpanjang setelah akhir tahun.

    "Kami benar-benar ingin sektor swasta juga terlibat. "Itu akan sangat penting sekarang untuk maju," kataGita Gopinath pada sebuah acara daring yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS).



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id