Bikin Iri Pesaing, Singapore Airlines Sudah Raup Rp232 Triliun dari Temasek

    Insi Nantika Jelita - 09 Juli 2021 09:57 WIB
    Bikin Iri Pesaing, Singapore Airlines Sudah Raup Rp232 Triliun dari Temasek
    Maskapai Singapore Airlines. Foto: AFP.



    Singapura: Maskapai Singapore Airlines (SIA) berhasil mengumpulkan USD16 miliar atau sekitar Rp232 triliun sejak awal pandemi covid-19 berkat bantuan dari perusahaan investasi pemerintah, Temasek Holdings.

    Pundi-pundi uang itu dinilai menempatkan SIA dalam posisi dominan di antara para pesaingnya di Asia Tenggara yang fokus melakukan restrukturisasi. Tak dipungkiri, krisis covid-19 mengancam dunia penerbangan global, terlebih bagi negara yang tidak memiliki pasar domestik seperti SIA, Cathay Pacific Airways Hong Kong dan Emirates Dubai.

     



    Namun, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada tahun lalu mengatakan pihaknya bertekad mempertahankan bisnis SIA di tengah gempuran pandemi. Pemegang saham Temasek Holdings yang mayoritasnya milik pemerintah Singapura, dikabarkan bertanggung jawab atas salah satu paket penyelamatan maskapai penerbangan terbesar di dunia itu.

    Berkat itu, SIA memiliki cukup dana untuk terus beroperasi setidaknya selama dua tahun lagi tanpa pemotongan, dan memodernisasi armadanya untuk menghemat bahan bakar, mengurangi biaya perawatan, dan lainnya.

    "Krisis ini menunjukkan pentingnya memiliki investor dari negara sebagai pendukung utamanya," kata seorang bankir, yang tidak disebutkan namanya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Jumat, 9 Juli 2021.

    Tumpukan uang SIA membuat iri rival maskapai di Asing Tenggara, seperti Thai Airways dan maskapai lain yang dilaporkan hanya mendapat sedikit bantuan dari pemerintah masing-masing. Maskapai lain, seperti halnya Garuda Indonesia bahkan memangkas armadanya demi menyelamatkan bisnis penerbangan di tengah sepinya penumpang.

    "Pada dasarnya apa yang coba dilakukan oleh maskapai-maskapai ini adalah berusaha untuk menangkal debitur mereka," kata Direktur Jenderal Association of Asia Pacific Airlines, Subhas Menon.

    SIA, sementara itu, sedang meningkatkan armadanya dan memperkuat maskapai penerbangan murahnya, Scoot. Di Eropa dan Amerika Utara, perjalanan liburan telah membawa pemulihan. Jika itu berlaku di Asia, maskapai murah akan menjadi dianggap penting bagi maskapai penerbangan.

    Setelah memusnahkan pesawat yang lebih tua dan memotong 20 persen staf tahun lalu, SIA berada di bawah tekanan yang tidak terlalu mendesak untuk lebih banyak perampingan. SIA menangguhkan pengeluaran sebesar empat miliar dolar Singapura untuk pesawat baru selama tiga tahun setelah mencapai kesepakatan dengan produsen Airbus dan Boeing.

    Tetapi karena pesanan yang besar, perusahaan itu masih menghabiskan 3,7 miliar dolar Singapura untuk membeli atau menyewa pesawat baru dan menambahkan setidaknya 19 pesawat ke armadanya tahun ini. (Channel News Asia)

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id