Emas Dunia Menguat di Tengah Gelombang Stimulus

    Antara - 21 Mei 2020 09:01 WIB
    Emas Dunia Menguat di Tengah Gelombang Stimulus
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Emas dunia menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) di tengah langkah-langkah stimulus yang luas dan ketidakpastian atas kemungkinan vaksin virus korona. Akan tetapi kenaikan emas terbatas karena minat terhadap aset-aset berisiko meningkat, didorong harapan pemulihan ekonomi.

    Mengutip Antara, Kamis, 21 Mei 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik USD6,5 atau 0,37 persen menjadi USD1.752,1 per ons. Emas berjangka naik USD11,2 atau 0,65 persen menjadi USD1.745,60 per ons pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), bangkit dari kerugian sebelumnya.

    "Di tengah kebutuhan yang lebih rendah untuk aset-aset safe-haven seperti emas, fakta bahwa emas terus naik perlahan-lahan berbicara banyak tentang kekuatan yang mendasarinya berdasarkan ide suntikan likuiditas di banyak negara dari bank-bank sentral dan pemerintah-pemerintah," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

    "Pada catatan yang sedikit mengimbangi adalah keuntungan dalam ekuitas didorong optimisme atas pembukaan kembali ekonomi dan permintaan konsumen yang terpendam, sementara perkembangan di sekitar tes vaksin Moderna Inc adalah kartu liar untuk pasar," tambah Meger.

    Pasar saham naik karena harapan pemulihan ekonomi dan stimulus lebih lanjut. Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi virus korona telah mendukung emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

    Harga emas juga mendapat dukungan dari risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) terbaru, dengan para anggota mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi berlanjut.

    Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen bahwa bank sentral AS itu sedang berusaha memperluas akses ke fasilitas kredit untuk peminjam tambahan, termasuk negara-negara bagian dengan populasi yang lebih kecil.

    Data AS yang suram baru-baru ini, termasuk klaim pengangguran besar-besaran, telah menggarisbawahi pukulan ekonomi dari pandemi, yang telah menginfeksi hampir 4,91 juta orang secara global. Dolar yang lemah juga mendukung emas. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,24 poin atau 0,24 persen.

    Kemudian, logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Juli naik sebanyak 13 sen atau 0,73 persen menjadi USD18,031 per ons. Sedangkan harga platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD44,9 atau 5,05 persen menjadi USD934,5 per ons.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id