Dolar AS Melempem

    Angga Bratadharma - 13 Mei 2020 09:02 WIB
    Dolar AS Melempem
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi. Di sisi lain, pandemi covid-19 yang menyebar cukup luas di Amerika Serikat (AS) masih memberikan tekanan terhadap aktivitas perekonomian.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 13 Mei 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 99,9333. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0854 dari USD1,0808 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2280 dari USD1,2329 AS pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik hingga USD0,6492 dibandingkan dengan USD0,6483. Dolar AS membeli 107,25 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 107,76 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9689 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9728 franc Swiss, dan naik menjadi 1,4040 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4023 dolar Kanada.

    Di sisi data, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tergelincir 0,8 persen pada April, penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2008, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. CPI inti yang disebut, ukuran inflasi lain yang diawasi ketat yang menghapus makanan dan energi, turun rekor 0,4 persen bulan lalu, kata biro.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat merosot pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mengamati upaya terbaru dari Pemerintah AS yang berencana mengurangi penguncian wilayah akibat virus korona. Tidak ditampik, virus mematikan itu telah memberikan tekanan cukup dalam terhadap aktivitas perekonomian AS.

    Sebelumnya indeks Dow Jones Industrial Average turun 457,21 poin atau 1,89 persen menjadi 23.764,78. Sedangkan S&P 500 turun 60,20 poin atau 2,05 persen menjadi 2.870,12. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 189,79 poin atau 2,06 persen menjadi 9.002,55.

    Semua 11 sektor utama di S&P 500 turun, dengan sektor real estat berakhir turun 4,25 persen, kelompok berkinerja terburuk. Pergerakan itu terjadi karena lebih banyak negara bagian AS yang menguraikan rencana untuk melonggarkan penutupan dari pandemi covid-19.

    "Negara bagian New York di AS akan mengakhiri penutupan di seluruh negara bagian pada 15 Mei dengan membuka kembali tiga wilayah di mana pandemi covid-19 telah menunjukkan tanda-tanda mitigasi," kata Gubernur Andrew Cuomo.

    "Beberapa bisnis berisiko rendah termasuk lansekap dan berkebun, serta kegiatan rekreasi seperti tenis juga akan dilanjutkan pada 15 Mei," pungkas Cuomo.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id