Dolar AS Tumbang Akibat Data Ekonomi Suram

    Angga Bratadharma - 31 Juli 2020 09:30 WIB
    Dolar AS Tumbang Akibat Data Ekonomi Suram
    Foto: dok MI/Ramdani.
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data suram. Di sisi lain, terus meningkatnya kasus infeksi virus korona di Amerika Serikat (AS) juga memberikan sentimen tersendiri terhadap para investor.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 31 Juli 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,49 persen pada 93,0219. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1837 dari USD1,1764 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3085 dari USD1,2961 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik menjadi USD0,7175 dibandingkan dengan USD0,716. Dolar AS membeli 104,82 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9096 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9138 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3443 dolar Kanada dari 1,3364 dolar Kanada.

    Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 32,9 persen di kuartal kedua di tengah meningkatnya kasus covid-19. Penurunan produk domestik bruto riil mencerminkan penurunan pengeluaran konsumsi pribadi, ekspor, investasi inventaris swasta, investasi tetap non-perumahan, investasi tetap perumahan, dan pengeluaran pemerintah negara bagian dan lokal.

    "Yang sebagian diimbangi oleh peningkatan pengeluaran pemerintah federal," ungkap Biro Analisis Ekonomi.

    Di sisi lain, indeks utama bursa saham Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi usai data menunjukkan ekonomi Amerika Serikat berkontraksi secara signifikan pada kuartal kedua di tahun ini.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 225,92 poin atau 0,85 persen menjadi 26.313,65, setelah turun lebih dari 500 poin di awal perdagangan. Indeks S&P 500 turun 12,22 poin atau 0,38 persen menjadi 3.246,22. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 44,87 poin atau 0,43 persen menjadi 10.587,81.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi turun 4,1 persen, menjadi penghambat indeks. Sedangkan sektor teknologi naik 0,53 persen dan menjadi kelompok berkinerja terbaik.

    Saham Facebook, Apple, Amazon, dan Google-parent Alphabet semua ditutup lebih tinggi, menjelang laporan pendapatan mereka. Keempat raksasa teknologi AS melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan Kamis waktu setempat (Jumat WIB).


    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id