Emas Dunia Stabil di Tengah Aksi Ambil Untung

    Antara - 04 Agustus 2020 07:51 WIB
    Emas Dunia Stabil di Tengah Aksi Ambil Untung
    Foto: AFP.
    Chicago: Harga emas relatif stabil pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan proposal bantuan baru virus korona AS guna memperluas manfaat bantuan bagi orang Amerika yang menganggur menjadi faktor utamanya.

    Mengutip Antara, Selasa, 4 Agustus 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik tipis USD0,4 atau 0,02 persen menjadi USD1.986,3 per ons. Emas berjangka melonjak USD19,1 atau 0,97 persen menjadi USD1.985,90 pada akhir pekan lalu.

    Emas berjangka merosot USD11,1 atau 0,57 persen menjadi USD1.942,30 pada Kamis, 30 Juli. Sebelumnya tercatat naik USD8,8 atau 0,45 persen menjadi USD1.953,40 pada Rabu, 29 Juli. Serta menguat USD13,6 atau 0,7 persen menjadi USD1.944,6 pada Selasa, 28 Juli.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 20,1 sen atau 0,83 persen menjadi USD24,417 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD12,2 atau 1,33 persen menjadi USD931,1 per ons.

    "Ini hanya teknikal karena kami mendekati level USD2.000 dan ada aksi ambil untung serta penguatan dolar juga menyebabkan emas berhenti di sini. Saya kira perdagangan melampaui USD2.000 sedang menunggu melihat apa yang dilakukan Kongres AS," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn.

    Investor sedang menunggu tanda-tanda kesepakatan tentang undang-undang bantuan virus korona AS yang alot di parlemen. Emas telah melonjak sekitar 30 persen sepanjang tahun ini, didukung terutama oleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus luas oleh bank-bank sentral global untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi.

    Membebani emas, dolar naik 0,3 persen terhadap mata uang utama lainnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Aktivitas manufaktur AS mendekati level tinggi satu setengah tahun pada Juli. Kasus virus telah mencapai 18 juta secara global, dengan kota-kota besar mengumumkan pembatasan baru untuk mengekang infeksi.

    "Tidak ada keraguan bahwa latar belakang tetap sangat konstruktif, dengan imbal hasil riil negatif untuk waktu mendatang. Kami kemudian merevisi target 6-12 bulan kami menjadi USD2.300 per ons," tulis Analis ANZ dalam catatan.

    "Meski begitu, kami sadar bahwa jika sentimen ekonomi membaik di kuartal mendatang, rintangan untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam permintaan investor dapat membuat jalan ke level ini menjadi sulit," tambahnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id