Virus Korona Kian Mengkhawatirkan

    The Fed Diramal Lebih Banyak Turunkan Suku Bunga

    Angga Bratadharma - 07 Maret 2020 13:03 WIB
    The Fed Diramal Lebih Banyak Turunkan Suku Bunga
    Gedung The Fed. FOTO: AFP
    Washington: Bank sentral Amerika Serikat (AS) diprediksi akan memberikan lebih banyak keputusan untuk menurunkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah virus korona yang mulai mengkhawatirkan dan berpeluang menginfeksi ekonomi Paman Sam yang artinya perlu distimulus dari sisi kebijakan.

    Kepala ekonom di perusahaan akuntansi dan konsultasi US LLP RSM Joseph Brusuelas memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin pada akhir tahun. Bahkan, ia meyakini the Fed bisa menurunkan suku bunga acuan hingga ke level nol persen jika keadaan memang mengharuskan.

    "Dan tidak mengesampingkan pengembalian (suku bunga acuan) ke batas nol jika terjadi keadaan mendesak dari penularan virus (korona) yang signifikan dan mengakibatkan penurunan ekonomi yang cukup besar," kata Joseph Brusuelas, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 7 Maret 2020.

    "Ada kasus kuat yang harus dibuat bahwa otoritas fiskal, dan bukan otoritas moneter the Fed, perlu memimpin dalam menangani risiko ekonomi akibat virus covid-19," tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Fed Jerome Powell tidak memberikan sinyal yang jelas apakah bank sentral AS akan mengambil tindakan tambahan pada pertemuan kebijakan berikutnya atau tetap mempertahankan kebijakan moneternya seperti sekarang ini.

    "Dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang, kami akan terus memantau perkembangan dan implikasinya terhadap prospek ekonomi, dan kami akan menggunakan alat dan tindakan kami yang sesuai untuk mendukung perekonomian," kata Powell.

    Sebelumnya, Federal Reserve AS menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin menjadi 1,00 hingga 1,25 persen. Keputusan itu diambil karena wabah covid-19 menimbulkan risiko yang berevolusi terhadap kegiatan ekonomi.
     
    Dalam pengumuman yang mengejutkan, the Fed mengatakan bahwa mengingat risiko-risiko ini dan dalam mendukung pencapaian pekerjaan maksimum dan tujuan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan Fed, memutuskan untuk memotong suku bunga acuan sebesar 0,5 poin.
     
    Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa sejak pertemuan FOMC Januari, penyebaran virus korona telah membawa tantangan dan risiko baru. "Besarnya dan seriusnya efek keseluruhan pada ekonomi AS tetap sangat tidak menentu dan situasinya berubah-ubah," kata Powell.

    "Dengan latar belakang ini, Komite menilai bahwa risiko terhadap prospek AS telah berubah secara material. Sebagai tanggapan, kami telah melonggarkan sikap kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada ekonomi," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id