comscore

Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Pasokan Ketat

Angga Bratadharma - 21 Juni 2022 06:39 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Pasokan Ketat
Ilustrasi. FOTO: AFP
New York: Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi dalam perdagangan yang fluktuatif pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Hal itu terjadi karena para pedagang fokus pada pasokan yang ketat atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip The Business Times, Selasa, 21 Juni 2022, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD1,01 atau 0,9 persen menjadi USD114,13 per barel. Sedangkan patokan global jatuh sebanyak 7,3 persen minggu lalu untuk penurunan mingguan pertama dalam lima.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS terakhir diperdagangkan naik 61 sen atau 0,56 persen menjadi USD110,17 dalam perdagangan tenang pada hari libur AS di Juni. Harga bulan depan merosot 9,2 persen di minggu lalu untuk penurunan pertama dalam delapan minggu.

"Kami memiliki dua narasi yang benar-benar bersaing. Salah satunya adalah sanksi terhadap pasokan Rusia (mendukung harga). Di sisi lain, kami melihat harga yang tinggi mengakibatkan beberapa penurunan permintaan," kata konsultan minyak Houston Andrew Lipow.

Harga Brent pada Senin waktu setempat menyentuh level terendah dalam sebulan sebelum pulih. "Pasokan akan tetap ketat dan terus mendukung harga minyak yang tinggi. Norma untuk ICE Brent masih di sekitar USD120,” kata Analis PVM Stephen Brennock.

"Kasus bullish tetap jauh lebih meyakinkan," kata Analis Pasar Senior Oanda Craig Erlam.

Sanksi Barat telah mengurangi akses ke minyak dari Rusia setelah invasinya ke Ukraina, yang disebut Rusia sebagai operasi khusus. Analis dan investor mengatakan mereka percaya resesi lebih mungkin terjadi setelah Federal Reserve AS pada Rabu menyetujui kenaikan suku bunga terbesar dalam lebih dari seperempat abad untuk menahan lonjakan inflasi.

Pendekatan pengetatan serupa oleh Bank of England dan Swiss National Bank minggu lalu pun terjadi. "Kejatuhan harga yang tajam pada Jumat dapat dilihat sebagai reaksi tertunda terhadap kekhawatiran tentang resesi yang telah membebani harga komoditas lain untuk beberapa waktu," kata Analis Commerzbank Carsten Fritsch.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id