Balik Arah, Yuan Gilas Dolar AS

    Antara - 28 April 2021 09:48 WIB
    Balik Arah, Yuan Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS) mencatat yuan menguat sebanyak 71 basis poin menjadi 6,4853 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu. Mata uang Tiongkok kembali bangkit dari penurunan 11 basis poin menjadi 6,4924 dari sehari sebelumnya.

    Mengutip Antara, Rabu, 28 April 2021, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.






    Sementara itu, dolar AS beragam terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), menguat terhadap yen dan mata uang komoditas. Kondisi itu terjadi karena investor menahan diri menjelang keputusan pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Rabu waktu setempat.

    Sementara yen tertekan setelah bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya dan memproyeksikan bahwa inflasi akan gagal mencapai target utama 2,0 persen hingga awal 2023. Perdagangan mata uang sebagian besar melemah menjelang pertemuan dua hari Fed, yang berakhir pada Rabu, ketika tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan.

    Pasar akan memperhatikan komentar dari Ketua Fed Jerome Powell, yang kemungkinan akan menjawab kekhawatiran dan pertanyaan tentang apakah perbaikan kondisi ekonomi membenarkan penarikan pelonggaran moneter. Namun, analis memperkirakan Powell tetap berpegang pada sikap ultra-akomodatif Fed, yang akan membebani imbal hasil obligasi dan dolar.

    "The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan pengaturan kebijakan saat ini pada Rabu, tetapi pedagang sangat menyadari bahwa pergeseran hawkish -pengakuan kekuatan ekonomi yang mendasarinya- dapat memicu kenaikan dolar," kata Kepala Strategi Pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, Karl Schamotta.

    "Jika tanda-tanda optimisme bocor melalui pernyataan resmi atau selama konferensi pers, investor cenderung membawa ekspektasi meruncing ke depan dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Kesadaran akan risiko ini membuat para pedagang tetap memarkir dana di dolar," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id