Tindakan Keras Antimonopoli Biden Berpotensi Perlambat Beberapa Kesepakatan di Wall Street

    Angga Bratadharma - 21 Juli 2021 10:03 WIB
    Tindakan Keras Antimonopoli Biden Berpotensi Perlambat Beberapa Kesepakatan di Wall Street
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden siap menindak tindakan monopoli yang imbasnya membuat beberapa investor di Wall Street khawatir. Hal itu tertuang dalam perintah eksekutif 9 Juli Biden yang menyerukan lembaga antimonopoli untuk memeriksa merger dengan cermat

    Goldman Sachs memperingatkan para kliennya bahwa perintah eksekutif 9 Juli Biden yang menyerukan lembaga antimonopoli untuk memeriksa merger dengan cermat dapat memperlambat apa yang digambarkan Goldman Sachs sebagai tahun 'blockbuster' untuk merger dan akuisisi.

     



    "Akan lebih berat untuk menyelesaikan kesepakatan karena regulator meneliti transaksi," tulis Analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan kepada klien, dilansir dari CNN International, Rabu, 21 Juli 2021.

    Untuk saat ini, Goldman Sachs berpandangan, pembuatan kesepakatan masih berlaku dan baik di Wall Street. Adapun perusahaan yang berbasis di AS telah mengumumkan akuisisi mengejutkan senilai USD1,9 triliun sepanjang tahun ini, menurut Goldman Sachs. Itu adalah aktivitas M&A tercepat sejak setidaknya 2000.

    Dalam satu contoh yang menonjol, perusahaan konferensi video populer Zoom (ZM) mengumumkan kesepakatan USD14,7 miliar untuk membeli perusahaan perangkat lunak berbasis cloud Five9. Ini menandai pembelian terbesar Zoom dalam sejarah perusahaan.

    Tetapi kesepakatan semacam itu bisa mendapat sorotan lebih karena perintah eksekutif Biden yang bertujuan untuk mempromosikan persaingan dalam ekonomi. Perintah itu mendorong Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal untuk menegakkan undang-undang antimonopoli dengan penuh semangat.

    "Ini juga menyoroti bahwa undang-undang saat ini memungkinkan regulator antimonopoli untuk menantang merger buruk sebelumnya," ungka lembar fakta Gedung Putih.

    Perintah itu juga membentuk Dewan Persaingan Gedung Putih untuk mengkoordinasikan tanggapan pemerintah federal terhadap meningkatnya kekuatan perusahaan-perusahaan besar dalam perekonomian. Sedangkan Biden menggembar-gemborkan perintah eksekutif sebagai cara untuk memerangi inflasi.

    "Bisnis baru akan ikut bermain, bersaing dengan perusahaan raksasa yang bebas menaikkan harga karena mereka tidak memiliki persaingan nyata," kata Biden dalam sambutan dari Gedung Putih.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id