comscore

Bank Sentral Tiongkok Siap Jaga Pasar Properti Tetap Stabil

Angga Bratadharma - 15 November 2021 09:03 WIB
Bank Sentral Tiongkok Siap Jaga Pasar Properti Tetap Stabil
Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok. FOTO: AFP
Hong kong: Bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBoC) akan bertindak untuk menjaga pasar properti tetap stabil dan mencegah harga naik dengan cepat. Hal itu dilakukan dengan harapan tidak memberi dampak negatif secara signifikan terhadap perekonomian Tiongkok.

"People's Bank of China akan terus memantau lembaga keuangan untuk menangkis risiko keuangan," kata PBOC, di situsnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 15 November 2021.
Di sisi lain, hanya beberapa minggu yang lalu, analis Wall Street dan bankir sentral dengan cepat meyakinkan investor bahwa runtuhnya China Evergrande Group tidak akan menjadi momen seperti Lehman. Bahkan, regulator di Beijing mengatakan bahwa krisis akan mampu ditahan.
 
Namun sekarang setelah aksi jual obligasi telah menyebar ke seluruh sektor real estat Tiongkok dan sekitarnya membuat kekhawatiran berkembang tentang potensi risiko terhadap sistem keuangan global. Kondisi ini tentu harus diwaspadai agar tidak memberikan efek negatif lebih dalam di masa mendatang.

Federal Reserve

Federal Reserve AS membuat tautan itu secara eksplisit dalam sebuah laporan dan memperingatkan apa yang terjadi di industri properti Tiongkok dapat berdampak pada pasar keuangan dan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.

Menggarisbawahi risiko potensi limpahan, Otoritas Moneter Hong Kong meminta bank untuk mengungkapkan eksposur mereka terhadap real estat Tiongkok. Adapun inti dari pelemahan di pasar obligasi adalah kekhawatiran bahwa pengembang mungkin memiliki lebih banyak utang daripada yang diungkapkan di neraca mereka.

Kondisi itu muncul setelah beberapa perusahaan berjuang untuk membayar utang publik dan tersembunyi meskipun tampaknya memiliki modal yang cukup. Yang memperburuk keadaan adalah ketidakmampuan pengembang untuk memperpanjang utang yang jatuh tempo karena melonjaknya biaya pinjaman yang secara efektif menutup mereka dari pasar obligasi dolar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id