Indeks Dow-S&P Kompak Merekah, Nasdaq Anjlok

    Angga Bratadharma - 17 Oktober 2020 07:46 WIB
    Indeks Dow-S&P Kompak Merekah, Nasdaq Anjlok
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor meneliti data penjualan ritel bulanan di AS. Di sisi lain, investor masih terus mencermati perkembangan negosiasi stimulus tambahan covid-19 antara Gedung Putih dengan parlemen.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 17 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 112,11 poin atau 0,39 persen menjadi 28.606,31. Sedangkan S&P 500 naik 0,47 poin atau 0,01 persen menjadi 3.483,81. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 42,32 poin atau 0,36 persen menjadi 11.671,56.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor utilitas naik 1,08 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi merosot 2,3 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Pergerakan itu terjadi setelah data menunjukkan penjualan ritel AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan lalu. Penjualan ritel AS naik 1,9 persen pada September, lapor Departemen Perdagangan pada Jumat waktu setempat. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 1,2 persen.

    "Ada banyak pemulihan dalam grafik itu (penjualan ritel AS), tetapi proses pemulihan telah melambat," kata Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low, seraya menambahkan masih ada kerusakan yang jelas dalam perekonomian AS.

    Pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), rata-rata indeks saham utama Wall Street mengalami kerugian hari ketiga berturut-turut, penurunan terpanjang mereka dalam hampir sebulan. Kondisi itu karena investor mencemaskan negosiasi yang tidak menentu terkait stimulus baru covid-19.

    "Gejolak pasar akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang karena investor bersiap menghadapi sejumlah ketidakpastian, termasuk waktu ketersediaan vaksin, ukuran dan waktu stimulus fiskal AS tambahan, dan hasil pemilu," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id