Dolar AS Melempem di Tengah Penguatan Euro

    Angga Bratadharma - 05 Januari 2021 09:02 WIB
    Dolar AS Melempem di Tengah Penguatan Euro
    Ilustrasi. AFP PHOTO/ROMEO GACAD
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena euro menguat. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebanyak 0,11 persen menjadi 89,8700.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 5 Januari 2021, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2252 dari USD1,2214 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3566 dari USD1,3657 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7670 dibandingkan dengan USD0,7694.

    Sementara itu, dolar AS dibeli 103,11 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 103,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8806 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8848 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2772 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2757 dolar Kanada.

    Euro menguat setelah data menunjukkan pertumbuhan manufaktur di zona euro di laju cepat pada bulan terakhir di 2020. Penyedia informasi yang berbasis di London IHS Markit melaporkan Final PMI Manufaktur Zona Euro (Purchasing Managers Index) berada di posisi 55,2 pada Desember, naik dari posisi 53,8 pada November.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berbalik arah dari sesi perdagangan pertama 2021 menjadi berakhir lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Para investor masih dibayang-bayangi tingginya lonjakan kasus covid-19 yang berpotensi kembali menekan laju perekonomian.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 382,59 poin atau 1,25 persen menjadi 30.223,89. Sedangkan S&P 500 turun 55,42 poin atau 1,48 persen menjadi 3.700,65. Indeks Komposit Nasdaq turun 189,84 poin atau 1,47 persen menjadi 12.698,45.

    Sebelumnya pada hari yang sama, semua indeks utama diperdagangkan lebih tinggi, dengan indeks 30 saham dan S&P 500 secara singkat mencapai rekor tertinggi baru. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir melemah, dengan real estat turun 3,29 persen, memimpin penurunan. Energi menguat sebesar 0,13 persen, grup dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Lonjakan kasus covid-19 terus memicu kecemasan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id