AS Siap 'Main Keroyok' Lawan Pelanggaran Praktik Ekonomi Tiongkok

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 10:02 WIB
    AS Siap 'Main Keroyok' Lawan Pelanggaran Praktik Ekonomi Tiongkok
    Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan AS dan mitra internasionalnya harus meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas praktik ekonominya. Biden menyerukan agar semua negara di dunia mengikuti dan mematuhi aturan ekonomi dunia demi kepentingan bersama yang lebih besar.

    "Kita harus melawan pelanggaran dan paksaan Pemerintah Tiongkok yang melemahkan fondasi sistem ekonomi internasional. Setiap orang harus bermain dengan aturan yang sama," kata Biden, dilansir dari CNBC International, Selasa, 23 Februari 2021.

    Pernyataan Biden itu muncul ketika pemerintahannya berusaha untuk mempertahankan sikap keras terhadap Tiongkok, namun memiliki pendekatan berbeda seperti yang dilakukan mantan Presiden Donald Trump dengan Beijing.

    Adapun Pemerintahan Trump berusaha membentuk kembali hubungan perdagangan AS-Tiongkok tapi menempatkan fokus utama pada peningkatan pembelian Beijing atas barang-barang AS sambil menangani sejumlah masalah termasuk perlindungan kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa.

    Setelah mencapai perjanjian fase pertama dari kesepakatan, Trump pada 2020 membatalkan putaran tambahan pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok. Ia menyalahkan Tiongkok sepenuhnya atas penyebaran virus korona yang akhirnya menyebabkan pandemi.

    Tak hanya itu, kebijakan 'America First' Trump juga mengasingkan beberapa pemimpin Eropa yang telah lama bersekutu dengan Amerika Serikat. Sedangkan Biden bermaksud untuk menghangatkan kembali hubungan dengan mitra internasionalnya.

    "Saya tahu beberapa tahun terakhir ini telah menegangkan dan menguji hubungan trans-Atlantik kami. Tapi Amerika Serikat bertekad untuk terlibat kembali dengan Eropa," kata Biden.

    Sebelum menyampaikan pernyataannya, Biden bertemu dengan para pemimpin G7, kelompok negara yang mencakup Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS, untuk membahas tanggapan global terhadap pandemi covid.

    Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan, G7 berjanji bekerja sama dan dengan pihak lain untuk menjadikan 2021 titik balik bagi multilateralisme. Pernyataan G7 juga mengumumkan bahwa negara-negara anggota akan memberikan USD7,5 miliar dana untuk Covax, sebuah inisiatif internasional yang bertujuan meningkatkan akses ke vaksin covid.

    Gedung Putih mengatakan bahwa AS akan menjanjikan USD4 miliar hingga 2022 untuk upaya vaksinasi global. Pertemuan G7 juga menyinggung Tiongkok.

    "Dengan tujuan untuk mendukung sistem ekonomi global yang adil dan saling menguntungkan bagi semua orang, kami akan bekerja sama dengan pihak lain, terutama negara-negara G20 termasuk negara-negara ekonomi besar seperti Tiongkok," katanya.

    "Kami dan perusahaan Eropa diharuskan untuk mengungkapkan kepada publik struktur tata kelola perusahaan dan mematuhi aturan untuk mencegah korupsi dan praktik monopoli. Perusahaan Tiongkok harus berpegang pada standar yang sama," pungkas Biden.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id