Bursa Saham Inggris Bangkit

    Antara - 26 Juni 2020 09:16 WIB
    Bursa Saham Inggris Bangkit
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
    London: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), bangkit dari kerugian besar sesi sebelumnya. Hal itu dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London menguat 0,38 persen atau 23,45 poin, menjadi menetap di 6.147,14 poin.

    Mengutip Antara, Jumat, 26 Juni 2020, indeks FTSE 100 turun 3,11 persen atau 196,43 poin jadi 6.123 poin pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah menguat 1,21 persen atau 75,50 poin menjadi 6.320 poin pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), berbalik dari kerugian 0,76 persen atau 47,98 poin menjadi 6.244,62 poin pada Senin waktu setempat (Selasa WIB),

    JD Sports Fashion, sebuah perusahaan ritel fesyen-olahraga, melonjak 3,82 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan asuransi dan investasi global Standard Life Aberdeen yang terangkat 3,73 persen, serta perusahaan ekuitas dan modal ventura multinasional berbasis di London, 3i Group, menguat 3,65 persen.

    Sementara itu, United Utilities Group, kelompok perusahaan pengolahan air bersih Inggris menjadi pemain terburuk di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,48 persen.

    Disusul oleh saham perusahaan portal real estat daring berbasis di Inggris Rightmove yang merosot 4,19 persen, serta , sebuah perusahaan jasa makanan kontrak multinasional Inggris,Compass Group, turun 3,50 persen.

    Di sisi lain, pesanan baru untuk barang modal buatan AS rebound lebih dari yang diperkirakan pada Mei, tetapi hanya memperoleh kembali sebagian dari penurunan dua bulan sebelumnya. Pasar valas sebagian besar telah melacak pergerakan ekuitas karena sentimen risiko berubah. Wall Street beragam setelah hari terburuk S&P 500 dalam dua minggu.

    Perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, dengan Washington menandai kemungkinan perubahan tarif pada barang-barang UE, juga merusak sentimen risiko. "Ada sedikit kegelisahan yang terjadi di pasar keuangan Eropa, yang mungkin membebani euro," kata Nelson.

    Kemudian, bank sentral Eropa mengatakan akan menawarkan pinjaman euro terhadap agunan kepada bank-bank sentral di luar kawasan euro untuk menghambat pasar pendanaan di tengah pandemi virus korona. Euro terakhir turun 0,32 persen menjadi 1,1214 dolar. Dolar menguat 0,16 persen terhadap yen Jepang menjadi 107,19 yen.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id