Arab Saudi Janji Kurangi Produksi, Minyak Dunia Melonjak

    Angga Bratadharma - 13 Mei 2020 08:01 WIB
    Arab Saudi Janji Kurangi Produksi, Minyak Dunia Melonjak
    Ilustrasi. FOTO: ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/aa
    New York: Harga minyak dunia melonjak pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) setelah Arab Saudi mengumumkan rencana untuk menurunkan produksinya. Sejauh ini, pasar minyak global bergerak stabil usai OPEC dan sekutu sepakat untuk memangkas produksi minyak meski tidak ditampik pandemi covid-19 masih menjadi katalis negatif.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 13 Mei 2020, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik USD1,64 menjadi USD25,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik USD0,38 menjadi USD29,98 per barel di London ICE Futures Exchange.

    "Harga baru-baru ini telah didorong bukan hanya oleh harapan bahwa permintaan akan segera kembali, tetapi juga oleh pengurangan produksi sukarela dan tidak sukarela," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan.

    Arab Saudi berencana untuk memangkas produksi minyaknya pada Juni dengan tambahan satu juta barel per hari, di samping pengurangan yang dilakukan oleh kerajaan dalam perjanjian pengurangan produksi yang dicapai oleh OPEC+ pada bulan lalu.

    Uni Emirat Arab dan Kuwait juga bermaksud mengurangi produksi lebih dari yang dipersyaratkan dalam kesepakatan OPEC+. Adapun OPEC dan OPEC+, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni, yang bertujuan guna mengatasi kelebihan pasokan global akibat krisis covid-19.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat merosot pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mengamati upaya terbaru dari Pemerintah AS yang berencana mengurangi penguncian wilayah akibat virus korona. Tidak ditampik, virus mematikan itu telah memberikan tekanan cukup dalam terhadap aktivitas perekonomian AS.

    Sebelumnya indeks Dow Jones Industrial Average turun 457,21 poin atau 1,89 persen menjadi 23.764,78. Sedangkan S&P 500 turun 60,20 poin atau 2,05 persen menjadi 2.870,12. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 189,79 poin atau 2,06 persen menjadi 9.002,55.

    Semua 11 sektor utama di S&P 500 turun, dengan sektor real estat berakhir turun 4,25 persen, kelompok berkinerja terburuk. Pergerakan itu terjadi karena lebih banyak negara bagian AS yang menguraikan rencana untuk melonggarkan penutupan dari pandemi covid-19.

    "Negara bagian New York di AS akan mengakhiri penutupan di seluruh negara bagian pada 15 Mei dengan membuka kembali tiga wilayah di mana pandemi covid-19 telah menunjukkan tanda-tanda mitigasi," kata Gubernur Andrew Cuomo.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id