Pelemahan Saham Teknologi Gelincirkan Gerak Wall Street

    Angga Bratadharma - 20 April 2021 08:07 WIB
    Pelemahan Saham Teknologi Gelincirkan Gerak Wall Street
    Ilustrasi. FOTO: CNBC International



    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah melemahnya saham-saham teknologi. Kondisi itu terjadi masih di tengah rilis perusahaan untuk laporan keuangan di tengah pandemi covid-19.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 20 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average turun 123,04 poin atau 0,36 persen menjadi 34.077,63. Kemudian indeks S&P 500 melemah sebanyak 22,21 poin, atau 0,53 persen, menjadi 4.163,26. Indeks Komposit Nasdaq turun 137,58 poin atau 0,98 persen menjadi 13.914,77.

     



    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah. Sektor konsumen dan teknologi masing-masing turun 1,14 persen dan 0,88 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor real estat naik 0,29 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

    Raksasa minuman Coca-Cola melaporkan pendapatan dan pendapatan yang melebihi ekspektasi analis. Saham ditutup 0,6 persen lebih tinggi. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan hampir datar dengan lima dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, Dow bertambah 1,2 persen, S&P 500 naik 1,4 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,1 persen. Indeks 30 saham dan S&P 500 membukukan minggu positif keempat berturut-turut, sementara Nasdaq naik selama tiga minggu berturut-turut.

    Di sisi lain, pemberian sanksi dari Amerika Serikat kepada Rusia sebagian besar bersifat simbolis dan dampaknya dinilai minim terhadap pasar dan prospek makroekonomi. Adapun sanksi diberikan karena Pemerintahan Joe Biden salah satunya menuduh Moskow ikut campur tangan dalam pemilu di 2020.
     
    Selain itu, Pemerintahan Presiden Joe Biden juga menuduh Rusia melakukan serangan di dunia maya secara besar-besaran terhadap Pemerintah AS dan jaringan perusahaan, pencaplokan dan pendudukan ilegal Krimea Ukraina, dan pelanggaran hak asasi manusia.
     
    Sanksi menargetkan 16 entitas dan 16 individu yang dituduh berusaha memengaruhi Pemilihan Presiden AS di 2020, bersama dengan lima individu dan tiga entitas yang terkait dengan aneksasi Krimea, dan mengusir 10 diplomat Rusia dari AS.

    Washington juga memberlakukan sanksi pada obligasi Pemerintah Rusia yang baru diterbitkan, yang menyebabkan sedikit aksi jual pada rubel Rusia dan obligasi pemerintah. Langkah tersebut mencegah lembaga keuangan AS berpartisipasi di pasar utama untuk utang dalam mata uang rubel dan non-rubel setelah 14 Juni.
     
    Namun, para ekonom memperkirakan tidak ada dampak nyata dari sanksi yang diberikan oleh AS kepada Rusia. "Putaran terakhir sanksi AS sebagian besar merupakan latihan simbolis," kata Direktur Prakiraan Global The Economist Intelligence Unit Agathe Demarais.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id