Harga Minyak Dunia Jatuh

    Angga Bratadharma - 05 Januari 2021 08:01 WIB
    Harga Minyak Dunia Jatuh
    Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL
    New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah produsen minyak utama menunda pertemuan mereka tanpa kesepakatan tentang produksi. Sejauh ini, negara produsen utama terus berupaya menjaga stabilitas pasar minyak usai terhantam covid-19.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 5 Januari 2021, West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun 90 sen menjadi USD47,62 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret turun 71 sen menjadi USD51,09 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, mengakhiri diskusi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) tanpa kesepakatan tentang tingkat produksi untuk Februari. Pertemuan akan dilanjutkan pada Selasa waktu setempat.

    Dalam pertemuan terakhir mereka, OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 500 ribu barel per hari mulai Januari 2021 dan mengatakan mereka akan bertemu setiap bulan, mulai Januari, untuk memutuskan penyesuaian produksi lebih lanjut pada bulan berikutnya.

    Lebih lanjut, pandemi covid-19 merusak pasar minyak mentah pada 2020. Selama setahun terakhir, patokan minyak Amerika Serikat merosot sebanyak 20,5 persen. Sementara minyak mentah Brent turun sebanyak 21,5 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berbalik arah dari sesi perdagangan pertama 2021 menjadi berakhir lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Para investor masih dibayang-bayangi tingginya lonjakan kasus covid-19 yang berpotensi kembali menekan laju perekonomian.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 382,59 poin atau 1,25 persen menjadi 30.223,89. Sedangkan S&P 500 turun 55,42 poin atau 1,48 persen menjadi 3.700,65. Indeks Komposit Nasdaq turun 189,84 poin atau 1,47 persen menjadi 12.698,45.

    Sebelumnya pada hari yang sama, semua indeks utama diperdagangkan lebih tinggi, dengan indeks 30 saham dan S&P 500 secara singkat mencapai rekor tertinggi baru. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir melemah, dengan real estat turun 3,29 persen, memimpin penurunan. Energi menguat sebesar 0,13 persen, grup dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Lonjakan kasus covid-19 terus memicu kecemasan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id