Kekhawatiran Permintaan Tiongkok Susutkan Harga Minyak

    Antara - 02 Maret 2021 08:01 WIB
    Kekhawatiran Permintaan Tiongkok Susutkan Harga Minyak
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND



    New York: Harga minyak dunia jatuh lagi lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Harga tertekan kekhawatiran bahwa konsumsi minyak mentah Tiongkok melambat dan OPEC dapat meningkatkan pasokan global menyusul pertemuan minggu ini.

    Mengutip Antara, Selasa, 2 Maret 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei menetap USD63,69 per barel, merosot 1,1 persen di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April kehilangan 86 sen atau 1,4 persen menjadi USD60,64 per barel di New York Mercantile Exchange.






    Pertumbuhan aktivitas pabrik Tiongkok merosot ke level terendah sembilan bulan pada Februari, membunyikan alarm atas pembelian minyak mentah Tiongkok dan menekan harga minyak.

    "Ada beberapa pembicaraan bahwa cadangan strategis mereka terisi, dan beberapa orang bertaruh menentang Tiongkok yang terus mendorong harga minyak," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.

    Investor juga khawatir bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan segera meningkatkan produksi minyak.

    "Kekhawatirannya adalah hal itu pada akhirnya akan menambah sebanyak 1,5 juta barel ke pasar. Mereka harus membangun semacam cerita untuk membawa barel itu kembali," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger

    Produksi minyak OPEC turun pada Februari karena pemangkasan sukarela oleh Arab Saudi menambah pengurangan yang disepakati di bawah pakta dengan sekutu, sebuah survei menemukan, mengakhiri kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut.

    Kelompok tersebut bertemu akan bertemu pada Kamis, 4 Maret, dan dapat membahas untuk mengizinkan sebanyak 1,5 juta barel per hari minyak mentah kembali ke pasar. Analis ING mengatakan OPEC+ perlu menghindari pedagang yang mengejutkan dengan melepaskan terlalu banyak pasokan.

    "Ada sejumlah besar uang spekulatif dalam minyak saat ini, jadi mereka ingin menghindari tindakan apa pun yang akan membuat (para investor itu) keluar," kata para analis.

    Dolar AS yang lebih kuat, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan minyak, juga membebani minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 91,0406 pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah melonjak 0,82 persen di sesi sebelumnya.

    Vaksinasi covid-19 yang meningkat memicu aktivitas ekonomi bersama dengan paket bantuan terkait virus korona senilai USD1,9 triliun yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Sabtu waktu setempat menjaga hargadari penurunan terlalu jauh.

    Harga minyak naik di awal sesi di tengah harapan terkait dengan paket stimulus AS yang akan membayar vaksin dan pasokan medis, dan mengirim putaran baru bantuan keuangan darurat ke rumah tangga serta usaha kecil, yang akan berdampak langsung pada permintaan energi. Persetujuan suntikan vaksin covid-19 Johnson & Johnson juga mendukung prospek ekonomi.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id