Harga Minyak Dunia Anjlok Usai OPEC+ Sepakat Naikkan Produksi

    Antara - 06 April 2021 08:02 WIB
    Harga Minyak Dunia Anjlok Usai OPEC+ Sepakat Naikkan Produksi
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Para pedagang semakin khawatir atas keputusan kelompok produsen utama OPEC+ untuk meningkatnya pasokan mereka dan produksi Iran yang lebih tinggi di tengah prospek permintaan yang lesu.

    Mengutip Antara, Selasa, 6 April 2021, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei kehilangan USD2,8 atau 4,6 persen, menjadi USD58,65 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun USD2,71 atau 4,2 persen menjadi USD62,15 per barel di London ICE Futures Exchange.






    Organisasi Negara-Megara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Kamis, 1 Maret, menyetujui kenaikan produksi bulanan dari Mei hingga Juli. Anggota OPEC, Iran, yang dibebaskan dari pemotongan sukarela, juga meningkatkan pasokan.

    Grup tersebut memulihkan produksi yang dipangkas tahun lalu untuk mendukung harga karena permintaan bahan bakar merosot di tengah pandemi covid-19.

    Pekan lalu, Komite Teknis Bersama (JTC) OPEC+ merevisi turun perkiraan permintaan minyak pada 2021. JTC sekarang memperkirakan permintaan minyak global meningkat 5,6 juta barel per hari tahun ini, bukan 5,9 juta barel seperti yang diperkirakan sebulan yang lalu.

    "Waktunya tidak tepat. Sepertinya OPEC+ akan menggulirkan kesepakatan, tetapi mereka tidak melakukannya dan sekarang tampaknya mereka harus membayar setidaknya dalam jangka pendek," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Securities Bob Yawger.

    Dalam perkembangan lain yang pada akhirnya dapat meningkatkan pasokan, investor fokus pada pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat sebagai bagian dari negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

    "Ada asumsi bahwa kita akan melihat banjir minyak Irianian ini di pasar. Saya pikir ini sedikit dilebih-lebihkan," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

    Analis Eurasia Henry Rome memperkirakan sanksi AS, termasuk pembatasan penjualan minyak Iran, akan dicabut hanya setelah pembicaraan ini selesai dan Iran kembali patuh. Iran telah meningkatkan ekspor ke Tiongkok meskipun ada sanksi.

    Minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah tahun lalu dengan dukungan rekor pemotongan OPEC+, yang sebagian besar akan tetap ada setelah Juli. Permintaan diperkirakan akan pulih lebih lanjut di paruh kedua.

    Sementara peluncuran vaksin yang lambat dan kembalinya penguncian di beberapa bagian Eropa telah membebani permintaan minyak, angka-angka pada Jumat menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling banyak dalam tujuh bulan pada Maret.

    Namun, pengetatan penguncian di Prancis dan lonjakan kasus di India telah menggelapkan prospek rebound ekonomi global untuk meningkatkan permintaan minyak.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id