Bursa Saham AS Merekah

    Angga Bratadharma - 21 Mei 2020 08:15 WIB
    Bursa Saham AS Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor energi. Meski demikian, investor masih dibayangi oleh pandemi covid-19 yang terus memberikan tekanan dan sedang dicarikan vaksinya oleh para peneliti.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 21 Mei 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 369,04 poin atau 1,52 persen menjadi 24.575,90. Sedangkan S&P 500 naik 48,67 poin atau 1,67 persen menjadi 2.971,61. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 190,67 poin atau 2,08 persen menjadi 9.375,78.

    Saham raksasa energi AS, Chevron dan Exxon Mobil masing-masing naik 3,77 persen dan 3,25 persen, berkontribusi ke pasar saham. Sektor energi S&P 500 ditutup naik 3,82 persen, kelompok dengan kinerja terbaik. Adapun Wall Street mencerna risalah rapat terbaru dari bank sentral AS.

    Risalah yang dirilis dari pertemuan April bahwa Federal Reserve menunjukkan keprihatinan mendalam tentang ekonomi. Sejauh ini, Pemerintah AS terus memberikan stimulus baik dari sisi fiskal maupun moneter guna menjaga agar ekonomi AS tidak jatuh lebih dalam.

    "Para peserta menilai bahwa dampak dari wabah virus korona dan krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat dan akan menimbulkan risiko yang besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," risalah kata.

    Notulen datang satu hari setelah kesaksian dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Keduanya menggambarkan ekonomi dalam istilah suram dengan keduanya berbeda tentang cara memperbaikinya. Mnuchin menyerukan pembukaan kembali yang cepat, memperingatkan ada risiko kerusakan permanen jika negara menunda.

    Powell menyerang dengan nada yang lebih hati-hati, menekankan pentingnya mengendalikan virus. Dia mengulangi komitmen bank sentral untuk menggunakan berbagai alat untuk mendukung perekonomian di masa yang sulit ini bahkan ketika Fed menyadari bahwa tindakan ini hanya bagian dari respons sektor publik yang lebih luas.

    Pada Rabu sore, lebih dari 1,54 juta kasus positif covid-19 telah dikonfirmasi sudah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 92.700 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id