comscore

Reputasi IMF dan Bank Dunia Rusak Usai Skandal Manipulasi Data

Angga Bratadharma - 05 Oktober 2021 09:22 WIB
Reputasi IMF dan Bank Dunia Rusak Usai Skandal Manipulasi Data
Ilustrasi. FOTO: AFP
Washington: Terlepas dari apakah Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva harus disalahkan atas perubahan data Bank Dunia pada 2017 yang menguntungkan Tiongkok atau tidak, skandal itu telah merusak reputasi penelitian kedua lembaga tersebut.

Kerusakan dari skandal kecurangan data yang memaksa Bank Dunia untuk menghentikan peringkat iklim investasi Doing Business mungkin sulit untuk diperbaiki. Bahkan, skandal itu telah menimbulkan pertanyaan apakah penelitian yang diterbitkan berpengaruh terhadap lembaga tersebut tunduk dari pengaruh pemegang saham atau tidak.
Sedangkan Georgieva telah membantah keras tuduhan dalam laporan investigasi eksternal Bank Dunia bahwa dia memberikan tekanan yang tidak semestinya pada staf untuk mengubah peringkat iklim bisnis Tiongkok menjadi 78 dari 85 dalam laporan 2018 tentang peringkat iklim bisnis. Hal itu diduga guna mencari dukungan Beijing untuk peningkatan modal besar.

Peringkat yang lebih tinggi dalam publikasi Bank Dunia mengartikan peningkatan arus masuk dana investasi asing, meningkatkan ekonomi, dan pasar keuangan negara. Hal itu karena manajer dana telah membangun peringkat Doing Business ke dalam model analitis mereka.

Mengutip Channel News Asia, Selasa, 5 Oktober 2021, Georgieva menyalahkan mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang meminta perubahan yang berada di luar metodologi yang ditetapkan laporan.

Perubahan, pertama kali diidentifikasi dalam tinjauan Desember 2020 termasuk penghapusan metrik untuk jumlah dan waktu yang diperlukan untuk membuka rekening bank dan mendapatkan faktur yang mengurangi jumlah waktu yang diperkirakan untuk memulai bisnis di Beijing dan Shanghai.

"Mengingat betapa kritisnya data ini dilihat sebagai tidak dapat dimakzulkan, tuduhan ini sangat mengganggu," tulis Senator Robert Menendez dan James Risch dalam sebuah surat Presiden Joe Biden meminta pertanggungjawaban penuh dalam masalah ini.

"Dampak tuduhan ini terhadap kekuatan dan reputasi lembaga keuangan internasional kami dan sistem Bretton Woods masih belum diketahui tetapi tentu saja itu tidak akan baik," tambahnya.

Menteri Keuangan ekonomi utama, termasuk Menteri Keuangan AS Janet Yellen, sejauh ini menahan diri untuk tidak banyak berkomentar mengenai masalah itu, dan topik tersebut tidak muncul selama pertemuan para pemimpin keuangan G7 pada minggu lalu.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id