Indeks Utama Saham Inggris Tumbang 0,44%

    Angga Bratadharma - 27 November 2020 08:15 WIB
    Indeks Utama Saham Inggris Tumbang 0,44%
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Bursa saham Inggris turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah lonjakan kasus covid-19. Kenaikan kasus infeksi virus mematikan itu membuat indeks acuan FTSE 100 turun 0,44 persen atau 28,16 poin menjadi 6.362,93.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 27 November 2020, Flutter Entertainment, sebuah perusahaan manajemen aset alternatif global yang berbasis di Inggris, melonjak 4,10 persen, pemenang tertinggi di kelompok saham unggulan. DCC dan Polymetal International masing-masing naik 2,97 persen dan 2,66 persen.

    Persimmon, sebuah perusahaan pembangunan rumah Inggris, berkinerja terburuk di saham unggulan dengan sahamnya merugi 5,12 persen. Intermediate Capital Group, sebuah perusahaan manajemen aset alternatif global yang berbasis di Inggris, turun 4,78 persen. Imperial Brands, perusahaan rokok multinasional Inggris, turun 4,76 persen.

    Di sisi lain, perekonomian Inggris diperkirakan menyusut 11,3 persen tahun ini. Hal tersebut merupakan resesi terburuk dalam lebih dari 300 tahun di negara itu sebagai akibat dari krisis virus korona.
     
    Kanselir Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa Office of Budget of Responsibility (OBR) tidak memprediksi ekonomi untuk kembali ke level sebelum virus korona hingga akhir 2022.
     
    Sunak mengatakan kerusakan fiskal pandemi kemungkinan akan berlangsung lama dan mengutip angka dari OBR yang memperkirakan pengangguran mencapai puncaknya pada 7,5 persen, atau 2,6 juta orang, pada kuartal II-2021. Dia memperingatkan darurat ekonomi baru saja dimulai saat dia meluncurkan Ulasan Pengeluaran pertamanya setelah krisis virus korona.

    Dalam Spending Review, dia mengatakan pemerintah Inggris telah menghabiskan 280 miliar poundsterling (sekitar USD374,1 miliar) untuk tanggapannya terhadap krisis virus korona dan bermaksud untuk menghabiskan 55 miliar poundsterling (sekitar USD73,5 miliar) tahun depan untuk mengatasi pandemi.
     
    Sementara itu, pinjaman publik ditetapkan pada 394 miliar poundsterling (sekitar USD526,4 miliar) pada tahun keuangan 2020/2021 saat ini. Angka ini setara dengan 19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris.
     
    Untuk mendorong pertumbuhan dan mendukung pekerjaan, dia mengatakan bahwa Inggris diperkirakan menghabiskan 100 miliar poundsterling (USD133,6 miliar) belanja modal tahun depan untuk infrastruktur.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id