comscore

Kenaikan Suku Bunga Fed Bakal Naikkan Tingkat Pengangguran AS

Angga Bratadharma - 18 Juni 2022 15:05 WIB
Kenaikan Suku Bunga Fed Bakal Naikkan Tingkat Pengangguran AS
Ilustrasi. FOTO: AFP/MANDEL NGAN
Washington: Federal Reserve memproyeksikan rencana agresifnya untuk memerangi inflasi akan menaikkan tingkat pengangguran yang levelnya sangat rendah sekarang ini. Hal itu merupakan hasil yang menurut Ketua Fed Jerome Powell diperlukan di pasar tenaga kerja yang terlalu panas yang penuh dengan ketidakseimbangan.

"Pasar tenaga kerja tetap sangat ketat," kata Powell, dilansir dari The Business Times, Sabtu, 18 Juni 2022.
Adapun The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan yang akan datang. Pengangguran ada di angka 3,6 persen pada Mei, atau hanya sedikit di atas tingkat pra-pandemi, yang terendah dalam 50 tahun. Pada saat yang sama, inflasi bulan lalu mencapai 8,6 persen, tertinggi sejak 1981.

Bank sentral AS, salah satu dari sedikit bank di dunia yang memiliki stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum sebagai bagian dari mandat hukumnya, telah berputar keras untuk mendinginkan tekanan harga. Kenaikan suku bunga adalah yang terbesar sejak 1994 dan Powell mengatakan para pejabat dapat melakukan hal yang sama bulan depan.

Atau, lanjut Powell, bisa mengambil langkah kenaikan 50 basis poin yang lebih kecil, dan ingin melihat bukti kuat inflasi sedang menuju lebih rendah. Perkiraan yang dirilis mengisyaratkan para pejabat Fed telah memperkirakan pengetatan 175 basis poin lagi di tahun ini, mengangkat suku bunga acuan menjadi 3,4 persen pada Desember.

Tingkat pengangguran

Prakiraan yang sama menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,1 persen pada kuartal keempat 2024. Powell berpendapat kondisi itu yang diperlukan untuk mendinginkan permintaan yang cukup guna menurunkan inflasi menuju sasaran dua persen The Fed.

"Kami tidak berusaha membuat orang kehilangan pekerjaan. Kami tidak pernah berpikir terlalu banyak orang yang bekerja dan lebih sedikit orang yang perlu memiliki pekerjaan, tetapi kami juga berpikir bahwa Anda benar-benar tidak dapat memiliki jenis pasar tenaga kerja yang kami miliki tanpa stabilitas harga," kata Powell.

Mantan Presiden Fed New York William Dudley menyebutkan perkiraan The Fed masih sangat optimistis. "Risikonya adalah The Fed akan menyebabkan lebih banyak rasa sakit. Dan akan lebih baik bagi The Fed untuk lebih terbuka tentang itu," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id