comscore

The Fed Bakal Segera Naikkan Suku Bunga, Wall Street Bervariasi

Angga Bratadharma - 27 Januari 2022 06:37 WIB
The Fed Bakal Segera Naikkan Suku Bunga, Wall Street Bervariasi
Ilustrasi. FOTO: NYSE
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena investor merespons pernyataan terbaru Federal Reserve. Adapun The Fed menyatakan siap bersegera menaikkan suku bunga guna memerangi lonjakan inflasi.

Mengutip Xinhua, Kamis, 27 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 129,64 poin atau 0,38 persen menjadi 34.168,09. Sedangkan indeks S&P 500 turun sebanyak 6,52 poin atau 0,15 persen, menjadi 4.532,76. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 2,82 poin atau 0,02 persen menjadi 13.542,12.

 



Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan material masing-masing turun 1,66 persen dan 1,06 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor teknologi dan keuangan masing-masing naik 0,72 persen dan 0,27 persen, hanya dua kelompok yang naik.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas menurut bobotnya di indeks S&P AS Listed Tiongkok 50 mengakhiri hari dengan catatan suram. Pergerakan pasar tersetbu terjadi setelah Federal Reserve AS menyatakan segera menaikkan suku bunga acuannya di tengah lonjakan inflasi.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah pada rekor level terendah mendekati nol sejak awal pandemi covid-19. Tetapi banyak pejabat Fed menyatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka akan nyaman dengan kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral berikutnya di Maret karena tekanan inflasi yang meningkat.

"Sementara dorongan inflasi yang lebih tinggi sebagian besar terletak pada dislokasi yang disebabkan oleh pandemi, kenaikan harga kini telah menyebar ke lebih banyak barang dan jasa," kata Ketua Fed Jerome Powell, pada konferensi pers virtual.

Risiko inflasi masih bergerak ke atas

Ia menambahkan risiko inflasi masih bergerak ke atas dalam pandangan sebagian besar pejabat Fed.

Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low mengatakan komunikasi yang dilakukan hari ini lebih bernuansa daripada pertemuan Fed sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir. Kemungkinan karena Fed berkomitmen untuk menjaga kebijakan sepenuhnya akomodatif hingga pertemuan berikutnya.

"Yang berarti FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) tidak dapat memulai sesuatu yang konkret hari ini. Namun demikian, Ketua Fed Powell mengatakan lebih dari beberapa hal yang menambah nada yang lebih hawkish, yang pada gilirannya membebani saham," pungkasnya.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id