Harga Minyak Bervariasi Usai Pertemuan OPEC-Sekutu

    Angga Bratadharma - 19 September 2020 08:28 WIB
    Harga Minyak Bervariasi Usai Pertemuan OPEC-Sekutu
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia beragam pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu lantaran Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya menandai pentingnya komitmen kuota pengurangan produksi.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 19 September 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 14 sen menjadi USD41,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 15 sen menjadi USD43,15 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Komite Pemantau Bersama Kementerian (JMMC) OPEC+ menegaskan kembali pentingnya mematuhi kesepakatan. Serta mengompensasi volume minyak yang diproduksi secara berlebihan sesegera mungkin.

    "Dalam lingkungan saat ini, JMMC menekankan pentingnya bersikap proaktif dan preemptive dan merekomendasikan bahwa negara-negara yang berpartisipasi harus bersedia untuk mengambil tindakan yang diperlukan lebih lanjut bila diperlukan," kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat terus turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Sentimen pasar dibayangi data ekonomi yang beragam dan kekhawatiran geopolitik.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 244,56 poin atau 0,88 persen menjadi 27.657,42. Sedangkan S&P 500 turun 37,54 poin atau 1,12 persen menjadi 3.319,47. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 116,99 poin atau 1,07 persen menjadi 10.793,28.

    Sebanyak 11 sektor di bawah S&P 500 mengalami kerugian yang dipimpin oleh sektor real estat, utilitas, dan material. Pengumuman Departemen Perdagangan AS untuk memblokir unduhan aplikasi populer TikTok dan WeChat mulai Minggu menggarisbawahi ketidakpastian kebijakan dan mengurangi sentimen investor.

    Sementara itu, data ekonomi beragam yang dikeluarkan juga tidak menawarkan dukungan untuk bullish. Departemen Perdagangan melaporkan AS membukukan defisit USD170,5 miliar pada kuartal kedua. Angka ini jauh lebih tinggi daripada konsensus pasar USD159 miliar dan USD111,5 miliar pada kuartal pertama di 2020.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id