Tiga Bulan Kontraksi, Aktivitas Manufaktur AS Kembali Rebound

    Angga Bratadharma - 03 Juli 2020 13:13 WIB
    Tiga Bulan Kontraksi, Aktivitas Manufaktur AS Kembali <i>Rebound</i>
    Foto: AFP.
    Washington: Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas ekonomi Amerika Serikat (AS) dari sisi sektor manufaktur kembali bangkit atau rebound pada Juni, setelah tiga bulan kontraksi di tengah meningkatnya kasus covid-19. Perbaikan data manufaktur ini diharapkan bisa terus terjadi dan nantinya mendongkrak perekonomian secara keseluruhan.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 2 Juli 2020, indeks Pembelian Manajer (PMI) tercatat ada level 52,6 persen pada Juni atau naik 9,5 poin dari pembacaan Mei. Pembacaan di bawah 50 persen menunjukkan sektor manufaktur umumnya berkontraksi.

    "Seperti yang diperkirakan, siklus pertumbuhan telah kembali setelah tiga bulan berturut-turut mendapat gangguan dari covid-19,” Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM Timothy Fiore, dalam sebuah pernyataan.

    Fiore menambahkan di antara enam sektor industri terbesar, produk makanan, minuman dan tembakau tetap menjadi sektor industri dengan kinerja terbaik. Kemudian produk komputer dan elektronik, serta produk kimia kembali ke pertumbuhan yang terhormat. Peralatan transportasi dan produk logam fabrikasi terus berkontraksi, tetapi pada tingkat yang jauh lebih lunak.

    "Laporan hari ini jelas merupakan berita positif untuk sektor pabrik, tetapi lompatan tersebut mungkin hanya mencerminkan kelegaan tentang pembukaan kembali daripada memberi sinyal rebound penuh untuk sektor yang masih menghadapi angin sakal besar," kata Ekonom Wells Fargo Securities Tim Quinlan dan Sarah House.

    Di sisi lain, Federal Reserve Amerika Serikat membahas dampak gelombang kedua wabah covid-19 dari sisi ekonomi. Pembahasan ini dilakukan ketika sejumlah negara bagian terus membuka kembali aktivitas perekonomian yang sebelumnya dibatasi guna memutus mata rantai penyebaran.

    "Sejumlah peserta (pejabat the Fed) menilai bahwa ada kemungkinan secara substansial gelombang wabah tambahan, yang dalam beberapa skenario dapat mengakibatkan gangguan ekonomi lebih lanjut dan mungkin berlarut-larut untuk kegiatan ekonomi," kata risalah pertemuan Fed yang diadakan pada 9 dan 10 Juni.

    Kondisi itu terjadi setidaknya hingga 2022. Risalah Fed mengungkapkan bank sentral AS memperkirakan suku bunga acuan akan tetap pada level saat ini yakni mendekati angka nol persen. Dalam beberapa skenario yang merugikan, para pejabat Fed mencatat akan lebih banyak penutupan bisnis yang terjadi. Serta para pekerja akan mengalami masa pengangguran yang lebih lama.

    "Para peserta berkomentar masih ada ketidakpastian yang luar biasa dan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi," pungkas risalah Fed.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id