Inggris Kucurkan USD6,2 Miliar Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19

    Angga Bratadharma - 02 Juli 2020 13:12 WIB
    Inggris Kucurkan USD6,2 Miliar Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19
    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: AFP.
    London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan rencana penggelontoran lima miliar poundsterling (sekitar USD6,2 miliar) untuk mendorong pemulihan ekonomi setelah krisis virus korona. Pemerintah Inggris berkomitmen penuh untuk membangkitkan kembali perekonomian usai dihantam keras pandemi covid-19.

    Dalam sebuah pidato di Dudley, sebuah kota yang dekat dengan Birmingham di wilayah West Midlands, Johnson mengatakan pemerintah sepenuhnya berkomitmen tidak hanya mengalahkan virus korona. Tetapi juga menggunakan krisis ini untuk mengatasi tantangan besar yang belum terselesaikan di negara ini dalam tiga dekade terakhir.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 2 Juli 2020, di podium yang dihiasi dengan slogan 'membangun, membangun, membangun', Johnson mencatat rencana baru itu adalah revolusi infrastruktur untuk membangun dan membangun kembali hubungan-hubungan vital itu ke setiap bagian wilayah di Inggris.

    Menurut sebuah pernyataan dari 10 Downing Street, rencana besar itu mencakup pemeliharaan rumah sakit, jaringan jalan, pembangunan kembali sekolah serta dan peningkatan pengadilan, melalui program berani pembaruan nasional, menyatukan, dan menaikkan level Inggris.

    Dalam pidatonya, Johnson menganggap, krisis virus korona sebagai tantangan ekonomi terbesar dan paling langsung yang dihadapi Inggris. "Kita harus bekerja cepat karena kita telah melihat penurunan PDB yang tajam dan kita tahu bahwa orang sekarang khawatir dengan pekerjaan dan bisnis mereka," tegasnya.

    "Kami tidak akan menanggapi krisis ini dengan apa yang orang-orang sebut penghematan. Minggu depan Kanselir (Menteri Keuangan Rishi Sunak) akan segera menetapkan rencana ini untuk mendukung ekonomi melalui fase pemulihan pertama," tambah Johnson.

    Johnson menambahkan pemerintah akan melanjutkan dan meningkatkan program pendanaan terbesar yang pernah dilakukan National Health Service (NHS) dan Sekretaris Kesehatan Matt Hancock akan menetapkan daftar 40 rumah sakit baru dalam beberapa hari ke depan.

    Ekonomi Inggris menyusut 20,4 persen pada April sebagai akibat dari tindakan penguncian wilayah. Angka penyusutan ini mencapai rekor baru. Ruth Gregory, ekonom senior Inggris dari konsultan riset ekonomi Capital Economics mengatakan pengumuman perdana menteri mengisyaratkan bahwa niat Pemerintah Inggris untuk mempertahankan stimulus fiskal lebih jauh ke depan, daripada bergerak ke arah penghematan fiskal seperti yang terjadi setelah krisis keuangan global.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id