Laba Kuartal Pertama Samsung Bisa Melonjak 45%

    Arif Wicaksono - 05 April 2021 14:59 WIB
    Laba Kuartal Pertama Samsung Bisa Melonjak 45%
    Samsung. Foto : AFP.



    Seoul: Samsung Electronics kemungkinan mencapai lonjakan laba sebesar 45 persen untuk Januari-Maret 2021 karena penjualan smartphone, TV dan peralatan rumah tangga yang kuat. Meskipun pendapatan divisi cip terlihat jatuh setelah badai besar menghentikan produksi pabrik di Amerika Serikat (AS).

    Dikutip dari Channel News Asia, Senin, 5 April 2021, banyak penduduk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah karena pandemi virus korona, konsumen telah membeli banyak rangkaian elektronik konsumen dengan margin tinggi yang pada gilirannya telah membantu menyebabkan kekurangan permintaan terhadap semikonduktor global.






    Menurut data Refinitiv SmartEstimate yang diambil dari 16 analis, laba operasional untuk raksasa teknologi Korea Selatan pada kuartal tersebut diperkirakan naik menjadi 9,3 triliun won (USD8,2 miliar). SmartEstimates memberikan bobot lebih pada perkiraan dari analis yang akurat secara konsisten.

    Hal itu akan menandai tingkat pendapatan operasional tertinggi Samsung untuk kuartal pertama sejak 2018. Pendapatan kemungkinan naik 12 persen. Secara khusus, divisi selulernya tampak memiliki kuartal yang menonjol, mendapat manfaat dari peluncuran seri Samsung Galaxy S21 pada pertengahan Januari 2021, lebih dari sebulan lebih cepat dari jadwal rilis tahunan model andalan yang biasa.

    Menurut Counterpoint Research, pembuat smartphone terbesar di dunia ini diperkirakan telah menguasai sekitar 23 persen pasar global pada kuartal tersebut, berkat harga yang lebih murah dari biasanya untuk perangkat premiumnya. Samsung Galaxy S21, misalnya, dihargai USD 200 lebih rendah dari Samsung Galaxy S20.

    Itu lebih baik jika dibandingkan dengan 20 persen pangsa pasar pada kuartal yang sama tahun lalu dan 16 persen pangsa pasar pada kuartal sebelumnya, ketika saingan berat Apple Inc merilis iPhone 12.

    "Aksesori bermargin tinggi seperti Galaxy Buds juga melakukan bisnis yang cepat," kata analis.

    Mereka memperkirakan laba operasi untuk divisi tersebut kemungkinan melonjak lebih dari satu triliun won dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 4,15 triliun won. Bisnis TV dan peralatan rumah tangga Samsung diperkirakan akan memperoleh keuntungan operasional lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar satu triliun won.

    Terlepas dari permintaan stratosfer di seluruh dunia untuk cip, keuntungan untuk divisi semikonduktor Samsung diperkirakan turun sekitar seperlima menjadi 3,6 triliun won.

    Divisi tersebut telah terhambat oleh biaya peningkatan produksi baru dan kerugian di pabrik Texas setelah badai musim dingin menghentikan produksi pada pertengahan Februari. Samsung mengatakan produksi di pabrik telah kembali ke level mendekati normal pada akhir Maret. Analis memperkirakan kerugian terkait penutupan pabrik Texas sekitar 300 miliar-400 miliar won.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id