Lonjakan Kasus Covid-19 Picu Kejatuhan Harga Minyak Dunia

    Antara - 29 Oktober 2020 09:01 WIB
    Lonjakan Kasus Covid-19 Picu Kejatuhan Harga Minyak Dunia
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia jatuh lebih dari lima persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu mengirim Brent ke level terendah empat bulan karena melonjaknya infeksi covid-19 di Amerika Serikat dan Eropa mendorong penguncian baru yang memicu ekspektasi penurunan lagi dalam permintaan bahan bakar.

    Mengutip Antara, Kamis, 29 Oktober 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember anjlok USD2,08 atau 5,1 persen menjadi USD39,12 per barel. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berkurang USD2,18 atau 5,5 persen menjadi USD37,39 per barel.

    Itu merupakan penutupan terendah untuk Brent sejak 12 Juni dan untuk WTI sejak 2 Oktober. Serta merupakan persentase penurunan harian terbesar untuk kedua acuan sejak 8 September. Juga menekan harga, stok minyak mentah AS naik lebih tinggi dari yang diperkirakan pada minggu lalu karena produksi melonjak, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

    "Peningkatan produksi minyak menyebabkan peningkatan tak terduga dari minyak mentah, dan mengingat penguncian tambahan yang kita lihat di Eropa, itu semakin menambah berita buruk di pasar minyak," kata Presiden Konsultan Lipow Oil Associates Andy Lipow.

    Penurunan harga minyak mentah mencerminkan penurunan di pasar aset berisiko lainnya, karena indeks-indeks utama saham AS semuanya lebih rendah, dengan S&P 500 jatuh 2,9 persen.

    Dolar AS sebagai safe haven naik 0,5 persen di tengah prospek penguncian nasional di Jerman dan Prancis untuk melawan pandemi. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang asing lainnya, yang menurut para pedagang membebani harga minyak mentah.

    Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan negara-negara lain telah mencatat rekor jumlah kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir, dan pemerintah-pemerintah di Eropa telah memperkenalkan pembatasan baru untuk mencoba mengendalikan wabah yang tumbuh cepat.

    Para pedagang mengatakan harga minyak mentah juga terpukul oleh memudarnya prospek untuk kesepakatan cepat pada stimulus baru AS dan peningkatan produksi minyak dari Libya. Pada Selasa, 27 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa paket bantuan ekonomi virus korona tidak mungkin sampai setelah pemilihan minggu depan.

    Kepala cabang perdagangan Saudi Aramco mengatakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, harus berurusan dengan banyak masalah permintaan sebelum meningkatkan pasokan seperti yang diharapkan pada Januari 2021.

    "Antara Amerika Serikat dan Libya, produksi naik hampir dua juta barel per hari dalam beberapa minggu terakhir," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Robert Yawger, di New York.

    Sementara itu, pasar mengabaikan penurunan sementara produksi AS minggu ini saat perusahaan-perusahaan energi menutup sekitar setengah dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko menjelang Badai Zeta, yang akan menghantam Gulf Coast AS Rabu malam waktu setempat.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id