comscore

Peringatkan Hong Kong, IMF: Keseimbangan Ekonomi Mulai ke Bawah

Angga Bratadharma - 25 Januari 2022 06:33 WIB
Peringatkan Hong Kong, IMF: Keseimbangan Ekonomi Mulai ke Bawah
Ilustrasi. FOTO: AFP
Hong Kong: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan dalam penilaian tahunan pusat keuangan bahwa keseimbangan risiko yang dihadapi ekonomi Hong Kong miring ke bawah. Kondisi tersebut patut diwaspadai dan segera dimitigasi agar tidak memberikan efek negatif secara mendalam.

"Risiko terhadap ekonomi termasuk ketidakpastian yang sedang berlangsung terkait dengan pandemi, yang dapat berdampak pada arus orang dan semakin membebani konsumsi," kata IMF, dalam laporannya, dilansir dari The Business Times, Selasa, 25 Januari 2022.
Pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Hong Kong akan melambat menjadi tiga persen di 2022 dari perkiraan 6,4 persen pada 2021. Para ekonom mulai menurunkan perkiraan mereka untuk Hong Kong akibat tindakan pengendalian virus yang ketat, larangan bepergian, mengekang pariwisata, dan pengeluaran ritel di kota itu.

Citigroup memperingatkan minggu ini tentang kenaikan harga dan kemungkinan kekurangan beberapa barang tahun ini karena maskapai memangkas penerbangan kargo ke hub tersebut. Risiko penurunan lainnya yang disorot oleh IMF termasuk pemulihan global yang lebih lambat dari perkiraan, gangguan berkelanjutan pada rantai pasokan global, dan de-globalisasi.

"Dan pemisahan yang dapat mengurangi aliran barang dan menggagalkan pemulihan," kata IMF.

IMF menambahkan peningkatan tajam dalam premi risiko global, pengetatan yang tidak teratur dalam kebijakan moneter negara-negara maju utama, koreksi pasar perumahan yang besar, meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok, dan pergeseran kepercayaan pasar terhadap status Hong Kong SAR sebagai pusat keuangan internasional utama dapat mempengaruhi aliran modal.

Analisis ini muncul ketika Hong Kong berpegang pada strategi agresif untuk mengendalikan virus korona. Sebuah survei yang dirilis oleh Kamar Dagang Amerika di Hong Kong menemukan bahwa pembatasan perjalanan yang ketat sekarang menjadi tantangan terbesar bagi bisnis AS dan ekspatriat.

Dalam penilaiannya IMF mengatakan penyangga kebijakan yang cukup dan posisi eksternal yang kuat akan membantu mengimbangi setiap dampak buruk pada stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi Hong Kong. "Pembukaan kembali perbatasan yang lebih cepat dapat mendorong pemulihan yang lebih kuat dalam konsumsi swasta," pungkas IMF.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id