comscore

Biden Desak Pemimpin G7 Bersatu Larang Impor Emas Rusia

Antara - 27 Juni 2022 10:47 WIB
Biden Desak Pemimpin G7 Bersatu Larang Impor Emas Rusia
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP.
Jerman: Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada sekutu melawan Rusia ketika para pemimpin G7 berkumpul untuk pertemuan puncak yang didominasi oleh perang di Ukraina dan dampaknya terhadap pasokan makanan dan energi serta ekonomi global.

Pada awal pertemuan di Pegunungan Alpen Bavaria, empat dari negara-negara kaya Kelompok Tujuh bergerak untuk melarang impor emas Rusia guna memperketat sanksi yang menekan Moskow dan memotong sarananya untuk membiayai invasi ke Ukraina.
Tetapi tidak jelas apakah ada konsensus G7 mengenai rencana tersebut, dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan masalah itu perlu ditangani dengan hati-hati dan didiskusikan lebih lanjut.

"Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Kanada menyetujui larangan impor emas baru Rusia," kata pemerintah Inggris dikutip dari Antara, Senin, 27 Juni 2022.

Inggris mengatakan larangan itu ditujukan untuk orang kaya Rusia yang telah membeli safe haven emas untuk mengurangi dampak finansial dari sanksi Barat. Ekspor emas Rusia senilai USD15,5 miliar tahun lalu.

Para pemimpin G7 di Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Italia, dan Kanada, juga melakukan pembicaraan sangat konstruktif tentang kemungkinan pembatasan harga minyak Rusia, kata sumber pemerintah Jerman.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan Paris akan mendorong pembatasan harga minyak dan gas dan terbuka untuk membahas proposal AS.

Para pemimpin G7 memang menyetujui janji untuk mengumpulkan USD600 miliar dana swasta dan publik untuk negara-negara berkembang buat melawan pengaruh Tiongkok yang semakin besar dan melunakkan dampak melonjaknya harga pangan dan energi.

Tuan rumah G7 Kanselir Jerman Olaf Scholz mengundang Senegal, Argentina, Indonesia, India, dan Afrika Selatan sebagai negara mitra di KTT tersebut. Banyak negara di belahan dunia selatan mengkhawatirkan kerusakan tambahan dari sanksi Barat terhadap Rusia.

Oxfam dan kelompok kampanye lainnya mengatakan rasa sakit dari lonjakan harga pangan untuk negara-negara berkembang sangat dalam.

Mereka ingin para pemimpin G7 mengenakan pajak atas keuntungan perusahaan yang berlebihan untuk membantu mereka yang terkena krisis pangan, membatalkan utang negara-negara termiskin dan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam pertempuran mereka melawan krisis pangan dan perubahan iklim.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan negara-negara G7 akan mengesankan negara-negara mitra bahwa kenaikan harga pangan adalah hasil dari tindakan Rusia bukan sanksi Barat.

Pejabat dari beberapa negara G7, termasuk Jerman dan Inggris, mendorong pengabaian sementara mandat biofuel untuk memerangi kenaikan harga pangan, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id