comscore

Inflasi Meningkat, Wall Street Turun Tajam

Antara - 30 April 2022 08:32 WIB
Inflasi Meningkat, Wall Street Turun Tajam
Wallstreet. Foto : AFP.
New York: Wall Street merosot tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencatat kerugian harian terdalam sejak 2020, karena Amazon jatuh menyusul laporan kuartalan yang suram, dan lonjakan inflasi bulanan terbesar sejak 2005 menakuti investor yang sudah khawatir tentang kenaikan suku bunga.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 30 April 2022, Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 939,18 poin atau 2,77 persen, menjadi menetap di 32.977,21 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 155,57 poin atau 3,63 persen, menjadi berakhir di 4.131,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpuruk 536,89 poin atau 4,17 persen, menjadi ditutup pada 12.334,64 poin.
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan real estate masing-masing tergelincir 5,92 persen dan 4,9 persen, memimpin kerugian. Layanan teknologi dan komunikasi masing-masing turun 4,14 persen dan 3,58 persen, juga di antara kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks S&P 500 mencatat penurunan satu hari terbesar sejak Juni 2020. Penurunan Nasdaq adalah yang terbesar sejak September 2020. Untuk minggu ini, S&P 500 kehilangan 3,3 persen, Nasdaq merosot 3,9 persen dan Dow turun 2,5 persen.

Amazon.com Inc terjun14,05 persen dalam penurunan satu hari tertajam sejak 2006, meninggalkan saham yang dipegang secara luas di dekat posisi terendah dua tahun. Raksasa e-commerce itu menyampaikan performa  kuartal I yang mengecewakan, dibanjiri oleh beban biaya yang lebih tinggi.

Apple Inc, perusahaan paling berharga di dunia, terpuruk 3,66 persen setelah prospek mengecewakan menutupi rekor laba dan penjualan kuartalan.

Hasil suram dan kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan moneter agresif oleh Federal Reserve telah memukul saham teknologi dan pertumbuhan megacap bulan ini.

The Fed akan bertemu minggu depan, dengan para pedagang bertaruh pada kenaikan suku bunga 50 basis poin untuk memerangi lonjakan inflasi.

Nasdaq telah kehilangan sekitar 13 persen pada April, kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008. S&P 500 sejauh ini telah turun 13 persen pada tahun 2022, penurunan empat bulan tertajam yang dimulai sejak tahun 1939.

Menambah kekhawatiran di Wall Street, data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi yang disukai Fed, melonjak 0,9 persen pada Maret setelah naik 0,5 persen pada Februari.

Tanda-tanda pengetatan kebijakan moneter yang agresif, perang Ukraina dan penguncian Covid-19 di Tiongkok telah memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Data pada Kamis, 28 April 2022, menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal pertama.

Exxon Mobil Corp tergelincir 2,24 persen setelah mengalami penurunan nilai 3,4 miliar dolar AS karena keluar dari Rusia. Chevron Corp merosot 3,16 persen setelah laba kuartal pertamanya kurang memuaskan.

Hampir setengah dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan hingga Kamis, 28 April 2022, dan 81 persen dari mereka telah melampaui ekspektasi Wall Street. Biasanya, hanya 66 persen yang mengalahkan perkiraan, menurut data Refinitiv. Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,4 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,8 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id